30 Desember 2020

KASUS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA |Tugas Jawaban PKN


Apa yang menyebabkan terjadinya Pelanggaran terhadap HAM ?

        Dalam kehidupan sehari-hari, kalian tentunya sering mendengar dan melihat  peristiwa-peristiwa tindakan kriminal seperti pembunuhan, perampokan yang disertai pembunuhan, penyiksaan, dan  sebagainya. Selain itu, mungkin saja kalian pernah melihat orang dilecehkan, atau dicaci maki oleh orang lain. bahkan bullying dan sebagainya. Semua peristiwa itu merupakan peristiwa pelanggaran HAM.

      Setiap manusia pasti mempunyai hak asasi, akan tetapi hak asasi yang dimiliki oleh manusia dibatasi oleh hak asasi manusia lainnya. Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk melanggar hak asasi orang lain. Akan tetapi, dalam kenyataannya manusia suka lupa diri, bahwa di sekitarnya terdapat manusia yang mempunyai kedudukan yang sama dengan dirinya. Namun dengan ketamakannya, manusia sering melabrak hak asasi sesamanya dengan alasan yang tidak jelas.

 

Pelanggaran HAM dapat terjadi disebabkan oleh 2 Faktor, yaitu : Faktor Internal dan Faktor Eksternal.

1. Faktor Internal, yaitu dorongan untuk melakukan pelanggaran HAM yang berasal dari diri pelaku pelanggar HAM. Contohnya egois/mementingkan diri sendiri, bertindak seenaknya tanpa memperhatikan hak orang lain, dan tidak memiliki sikap toleransi.

2. Faktor Eksternal, yaitu faktor-faktor di luar diri manusia yang mendorong seseorang atau sekelompok orang melakukan pelanggaran HAM. Contohnya penyalahgunaan kekuasaan, kurang tegasnya penegakkan hukum, penyalahgunaan teknologi, dan kesenjangan sosial-ekonomi yang tinggi.

 

BAGAIMANA KASUS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA ?

        Di Indonesia, meskipun pemerintah telah mengeluarkan peraturan perundangundangan mengenai HAM namun pelanggaran HAM tetap selalu ada, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri. Pelanggaranpelanggaran tersebut merupakan cerminan telah terjadi kelalaian atas pelaksanaan kewajiban asasi manusia. Padahal, sudah sangat jelas bahwa setiap hak asasi itu disertai dengan kewajiban asasi yaitu kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain dan kewajiban untuk patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Indonesia sendiri, setiap tahunnya pasti selalu ada terjadi pelanggaran HAM.

 

BAGAIMANA UPAYA PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) ?

Pemerintah Indonesia selalu berupaya memberikan optimalisasi dalam menegakkan HAM, berikut beberapa upaya yang telah dilakukan :

        Bangsa Indonesia dalam proses penegakan HAM,  mengacu pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta peraturan perundang-undangan lainnya. Selain mengacu pada peraturan perundang-undangan nasional, proses penegakan HAM di Indonesia juga mengacu kepada ketentuan-ketentuan hukum internasional yang pada dasarnya memberikan wewenang luar biasa kepada setiap negara.

 

v Idrus Affandi dan Karim Suryadi menegaskan bahwa bangsa Indonesia dalam proses penegakan HAM sangat mempertimbangkan dua hal di bawah ini :

a.  Kedudukan negara Indonesia sebagai negara yang berdaulat baik secara hukum, sosial, maupun  politik harus dipertahankan dalam keadaan apa pun sesuai dengan prinsip-prinsip yang dianut dalam piagam PBB.

b. Dalam pelaksanaannya, pemerintah harus tetap mengacu kepada ketentuan-ketentuan hukum internasional mengenai HAM. Kemudian menyesuaikan dan memasukkannya ke dalam sistem hukum nasional serta menempatkannya sedemikian rupa sehingga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem hukum nasional.

 

v    Langkah-Langkah Pemerintah untuk menegakkan HAM :

1.    Membentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)

2.    Membentuk Instrumen HAM

3.    Membentuk Pengadilan HAM

 

 

v  Upaya untuk menangani Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) :

 

1.    Melakukan Tindakan Pencegahan sebelum terjadinya Pelanggaran HAM

        Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pernyataan itu tentunya sudah sering kalian dengar. Pernyataan tersebut sangat relevan dalam proses penegakan HAM. Tindakan terbaik dalam penegakan HAM adalah dengan mencegah timbulnya semua faktor penyebab pelanggaran HAM. Apabila faktor penyebabnya tidak muncul pelanggaran HAM pun dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

 

Berikut ini tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai kasus pelanggaran HAM :

1.      Menegakkan supremasi hukum dan demokrasi. Pendekatan hukum dan pendekatan dialogis harus dikemukakan dalam rangka melibatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pejabat penegak hukum harus memenuhi kewajiban dengan memberikan pelayanan yang baik dan adil kepada masyarakat, memberikan perlindungan kepada setiap orang dari perbuatan melawan hukum, dan menghindari tindakan kekerasan yang melawan hukum dalam rangka menegakkan hukum.

2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran HAM oleh pemerintah.

3.   Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembaga-lembaga politik terhadap setiap upaya penegakan HAM yang dilakukan oleh pemerintah.

4.   Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi) maupun non-formal (kegiatan-kegiatan keagamaan dan kursus-kursus). Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara.

5.    Meningkatkan kerja sama yang harmonis antarkelompok atau golongan dalam masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat masing-masing.

 

 

2.      Membangun Harmonisasi Hak dan Kewajiban Asasi Manusia

        Hak dan kewajiban asasi manusia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Seseorang tidak dapat menikmati hak yang dimilikinya, sebelum memenuhi apa yang yang menjadi kewajibannya. Misalnya, dalam proses pembelajaran di sekolah, kalian tidak akan mendapatkan pemahaman yang baik dalam sebuah pelajaran apabila tugas-tugas dalam mata pelajaran tersebut tidak kalian kerjakan. Kemudian, seorang pekerja tidak akan mendapatkan kenaikan upah apabila tidak menampilkan kinerja yang baik. Dengan demikian, dapat dipastikan antara hak asasi dan kewajiban asasi dalam perwujudannya harus diharmonisasikan atau diseimbangkan oleh setiap orang.

                

        Bagaimana caranya mengharmonisasikan hak dan kewajiban asasi dalam kehidupan sehari-hari? Salah satu cara untuk mengharmonisasikan hak dan kewajiban asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan menghindarkan diri kita dari sikap egois atau terlalu mementingkan diri sendiri. Sikap egois dapat menyebabkan seseorang untuk selalu menuntut haknya, sementara kewajibannya sering diabaikan. Seseorang yang mempunyai sikap egois akan menghalalkan segala cara agar haknya dapat terpenuhi, meskipun caranya dapat melanggar hak orang lain. Upaya untuk mengharmonisasikan hak dan kewajiban asasi manusia merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap penegakan HAM yang dilakukan oleh pemerintah. Sebagai warga negara dari bangsa dan negara yang beradab sudah sepantasnya sikap dan perilaku kita mencerminkan sosok manusia beradab yang selalu menghormati keberadaan orang lain secara kaffah. Sikap tersebut dapat kalian tampilkan dalam perilaku di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara.

HAK ASASI MANUSIA, KEWAJIBAN, NILAI-NILAI PANCASILA DAN PENERAPANNYA

HAK ASASI MANUSIA

            Menurut Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 1999, hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

            Jan Materson, anggota Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengartikan HAM sebagai hak-hak yang melekat dalam diri manusia, dan tanpa hak itu manusia tidak dapat hidup sebagai manusia.

Dari pengertian tersebut, maka pada hakikatnya dalam HAM terkandung dua makna :

a. HAM merupakan hak alamiah yang melekat dalam diri setiap manusia sejak ia dilahirkan ke dunia. Hak alamiah adalah hak yang sesuai dengan kodrat manusia sebagai insan merdeka yang berakal budi dan berperikemanusiaan. Tidak ada seorang pun yang diperkenankan merampas hak tersebut dari tangan pemiliknya. Hal ini tidak berarti bahwa HAM bersifat mutlak tanpa pembatasan karena batas HAM seseorang adalah HAM yang melekat pada orang lain. Bila HAM dicabut dari tangan pemiliknya, manusia akan kehilangan eksistensinya sebagai manusia.

b. HAM merupakan instrumen atau alat untuk menjaga harkat dan martabat manusia sesuai dengan kodrat kemanusiannya yang luhur. Tanpa HAM manusia tidak akan dapat hidup sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiannya sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna.

v  Dasar pemikiran pembentukan Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM diantaranya :

a. Tuhan YME adalah pencipta alam semesta

b. Manusia dianugerahi jiwa, bentuk struktur, kemampuan, kemauan serta berbagai kemampuan oleh Penciptanya untuk menjamin kelangsungan hidupnya.

c. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapa pun dalam keadaan apa pun.

 

v  Hak Asasi Manusia memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut :

a. Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.

b. Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, gender atau perbedaan lainnya.

c. Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dicabut atau diserahkan kepada pihak lain.

d. Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik, atau hak ekonomi, sosial dan budaya.

 

KEWAJIBAN

            Selain mendapatkan hak, setiap orang juga mempunyai kewajiban. Kewajiban secara sederhana dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

            Dengan demikian, kewajiban asasi dapat diartikan sebagai kewajiban dasar setiap manusia. Ketentuan pasal 1 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan, kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksananya dan tegaknya hak asasi manusia.

            Sebagai seorang anak, kalian harus melaksanakan perintah orang tua, misalnya membantu membersihkan lingkungan rumah. Sebagai seorang pelajar, kalian dituntut untuk mematuhi tata tertib sekolah, misalnya melaksanakan tugas piket kebersihan. Sebagai anggota masyarakat, kalian juga harus mematuhi norma-norma yang berlaku di masyarakat, misalnya ikut serta dalam kegiatan kerja bakti. Begitu pula sebagai warga negara, kalian juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan semua ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku, misalnya membayar pajak.

 

Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Pancasila

            Salah satu karakteristik hak dan kewajiban asasi manusia adalah bersifat universal. Artinya, hak dan kewajiban asasi merupakan sesuatu yang dimiliki dan wajib dilakukan oleh setiap manusia di dunia tanpa membeda-bedakan suku bangsa, agama, ras, maupun golongan. Akan tetapi, karakteristik penegakan hak asasi manusia berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara lainnya. Ideologi, kebudayaan, dan nilai-nilai khas yang dimiliki suatu negara akan memengaruhi pola penegakan hak asasi manusia di suatu negara. Contohnya di Indonesia, dalam proses penegakan hak asasi manusia berlandaskan kepada ideologi negara yaitu Pancasila, yang selalu mengedepankan keseimbangan antara hak dan kewajiban.

            Pancasila merupakan ideologi yang mengedepankan nilai-nilai kemanusian. Pancasila sangat menghormati hak dan kewajiban asasi setiap warga negara maupun bukan warga negara Indonesia. Bagaimana Pancasila menjamin itu semua? Pancasila menjamin hak dan kewajiban asasi manusia melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

 

Nilai-nilai Pancasila dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis :

1. Hak dan kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Dasar Pancasila

2. Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Instrumental Pancasila

3. Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Praksis Sila-Sila Pancasila

 

Berikut Penjelasannya :

1. Hak dan kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Dasar Pancasila

       Nilai dasar berkaitan dengan hakikat kelima sila Pancasila yaitu: nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai dasar tersebut bersifat universal, sehingga di dalamnya terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar. Nilai dasar ini bersifat tetap dan melekat pada kelangsungan hidup negara.

Hubungan antara hak dan kewajiban asasi manusia dengan Pancasila dapat dijabarkan secara singkat sebagai berikut.

a. Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin hak kemerdekaan untuk memeluk agama, melaksanakan ibadah dan kewajiban untuk menghormati perbedaan agama.

b. Kemanusiaan yang adil dan beradab menempatkan hak setiap warga negara pada kedudukan yang sama dalam hukum serta memiliki kewajiban dan hak-hak yang sama untuk mendapat jaminan dan perlindungan hukum.

c. Persatuan Indonesia mengamanatkan adanya unsur pemersatu di antara warga negara dengan semangat gotong royong, saling membantu, saling menghormati, rela berkorban, dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Hal ini sesuai dengan prinsip hak asasi manusia bahwa hendaknya sesama manusia bergaul satu sama lainnya dalam semangat persaudaraan. Gotong royong sebagai perwujudan sila Persatuan Indonesia mengandung nilai-nilai penghormatan terhadap hak asasi manusia

 d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dicerminkan dalam kehidupan pemerintahan, bernegara, dan bermasyarakat yang demokratis. Menghargai hak setiap warga negara untuk bermusyawarah mufakat yang dilakukan tanpa adanya tekanan, paksaan, atau pun intervensi yang membelenggu hak-hak partisipasi masyarakat.

e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengakui hak milik perorangan dan dilindungi pemanfaatannya oleh negara serta memberi kesempatan sebesar-besarnya pada masyarakat.

 

2. Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Instrumental Pancasila

       Nilai instrumental merupakan penjabaran dari nilai-nilai dasar Pancasila. Nilai instrumental sifatnya lebih khusus dibandingkan dengan nilai dasar. Dengan kata lain, nilai instrumental merupakan pedoman pelaksanaan kelima sila Pancasila. Perwujudan nilai instrumental pada umumnya berbentuk ketentuan-ketentuan konstitusional mulai dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sampai dengan peraturan daerah. Hak dan kewajiban asasi manusia juga dijamin dan diatur oleh nilai-nilai instrumental Pancasila.     

 

3. Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Praksis Sila-Sila Pancasila

       Nilai praksis merupakan realisasi nilai-nilai instrumental suatu pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai praksis Pancasila senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan sesuai perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Pancasila merupakan ideologi yang terbuka. Hidup rukun menjamin terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban asasi manusia. Hak asasi manusia dalam nilai praksis Pancasila dapat terwujud apabila nilai-nilai dasar dan instrumental Pancasila itu sendiri dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh warga negara. Hal tersebut dapat diwujudkan apabila setiap warga negara menunjukkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

 

v  SILA PANCASILA DAN SIKAP YANG DITUNJUKKAN YANG BERKAITAN DENGAN PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA :

 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa :

a. Hormat-menghormati dan bekerja sama antar umat beragama sehingga terbina kerukunan hidup

b. Saling menghormati kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya

c. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain

 

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab :

a. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban antara sesama manusia

b. Saling mencintai sesama manusia

c. Tenggang rasa kepada orang lain

d. Tidak semena-mena kepada orang lain

e. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan

f. Berani membela kebenaran dan keadilan

g. Hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain

 

3. Persatuan Indonesia :

a. Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan

b. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara

c. Cinta tanah air dan bangsa

d. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia

e. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

 

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan :

a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat

b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain

c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama

d. Menerima dan melaksanakan setiap keputusan musyawarah

e. Mempertanggungjawabkan setiap keputusan musyawarah secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia :

a. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

b. Menghormati hak-hak orang lain

c. Suka memberi pertolongan kepada orang lain

d. Menjauhi sikap pemerasan kepada orang lain

e. Menjauhi sifat boros dan gaya hidup mewah

f. Rela bekerja keras 

g. Menghargai hasil karya orang lain


APA ITU VISI, MISI, PROGRAM KERJA ? VISI MISI YANG BENAR

Halooo, selamat datang di Regenerasi Pendidikan.

Apa yang maksud dari visi, misi dan program kerja ? Bagi kalian yang baru terjun dalam hal ini mungkin memerlukan bimbingan dalam memahami pengertian dari visi, misi dan program kerja tersebut, terutama bagi anak-anak di kalangan SMP atau SMA yang biasanya mulai belajar berorganisasi.

Untuk lebih mudahnya, kali ini kita akan membahas visi, misi dan program kerja seputar kegiatan di sekolah. Namun, untuk pengertian visi, misi dan program kerja ini sebenarnya cukup meluas dan bisa diimplementasikan ke berbagai bidang.

 

1. PENGERTIAN VISI-MISI-PROGRAM KERJA

  • Visi adalah Pandangan atau wawasan kita ke depan. Untuk Visi ini bisa kita umpamakan sebagai CITA-CITA kita, tujuan kita ke depan. Visi dapat juga dikatakan sebagai Komitmen yang kita pegang selama menjalankan Organisasi/Instansi/Perusahaan. Artinya Visi bersifat Permanen dan berorientasi jangka Panjang.
  • Misi adalah penjabaran dari Visi sebuah instansi, organisasi maupun perusahaan. Misi adalah gambaran upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mencapai target Visi tersebut. Misi juga berarti Langkah-langkah/tahapan yang kita ambil untuk mencapai Visi Utama.
  • Program Kerja yaitu Bentuk upaya kita atau lebih jelasnya yaitu Agenda/Rencana Kegiatan yang direncanakan untuk jangka waktu ke depannya dan disepakati bersama dalam instansi, perusahaan atau Organisasi agar Visi kita terwujud.

 

2. HUBUNGAN ANTARA VISI-MISI-PROGRAM KERJA

            Bagi Siswa yang baru belajar berorganisasi di SMP atau SMA biasanya ada yang masih belum begitu paham tentang Hubungan antara Visi, Misi, dan Program Kerja. Seperti pengalaman Saya saat di SMA, dikarenakan masih kurangnya pemahaman tentang hal tersebut, tidak jarang siswa memilih jalan pintas ketika diminta membuat Visi dan Misi yaitu dengan mengambil Visi dan Misi yang ada di Internet. Jadi, Hal ini perlu kita ketahui ketika kita ingin bergabung dan belajar dalam sebuah organisasi.

            Berikut Hubungan Antara Visi, misi, dan Program Kerja :    

Contohnya dalam OSIS :

VISI

MISI

Menjadikan Organisasi Siswa Intra Sekolah yang dikenal luas baik didalam (internal) bahkan hingga ke luar daerah (eksternal)

 

 

Berdasarkan VISI diatas bisa kita lihat bahwa cita-cita organisasi tersebut yaitu ingin dikenal luas/Terkenal baik didalam atau pun diluar daerah. Jadi yang harus kita lakukan yaitu memikirkan apa Misi yang bisa kita lakukan agar Organisasi kita bisa terkenal baik didalam sekolah maupun diluar sekolah.

1.

 

Menjalin Kerja sama dengan Organisasi Internal Sekolah untuk memicu Kreatifitas Siswa. (bersifat Internal)

2.

Menyelenggarakan Kegiatan Gabungan tingkat Nasional dengan OSIS lainnya, untuk menjalin hubungan sosial yang bermutu. (bersifat Eksternal)

3.

Meningkatkan kualitas prestasi akademik maupun non-akademik siswa melalui OSIS, dan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa OSIS disini merupakan wadah aspirasi dan pengembangan mutu siswa dengan kegiatan yang ada. (bersifat Internal-Eksternal)

Demikianlah misi yang Saya buat, MISI ini memiliki kaitan atau hubungan dengan VISI.

Intinya, VISI dan MISI harus ada keselarasan.

Kemudian Program Kerja, yaitu Agenda/Rencana Kegiatan untuk mewujudkan visi-misi kita

PROGRAM KERJA :

1.

Mengadakan Lomba Menata Ruangan dan Halaman Kelas ketika ada peringatan Hari Besar, seperti Hari Sumpah Pemuda, dll.

2.

Mengadakan berbagai Kegiatan Kunjungan/Tali Kasih dengan OSIS-OSIS dari sekolah lain.

3.

Mengadakan Berbagai Kegiatan EKSTRAKURIKULER untuk menyalurkan bakat yang terpendam didalam diri siswa. Contohnya PMR (Palang Merah Remaja), Kesenian, Pramuka, Olahraga, dll.

4.

Membentuk Kegiatan Khusus untuk mempersiapkan siswa-siswi di sekolah dan ikut berpartisipasi dalam Lomba-Lomba antar sekolah dari tingkat Kecamatan hingga Nasional.

            Itulah kaitannya antara visi-misi dan program kerja. Semuanya saling berkaitan baik itu visi-misi atau misi-program kerja. Semuanya itu dilakukan dan dibentuk untuk mewujudkan dan mencapai tujuan utama kita yaitu Cita-Cita organisasi yang tercantum dalam visi.

            Belajar memahami Visi, Misi dan Program Kerja yang benar agar Kinerja kita sesuai dan selaras dengan tujuan yang ingin kita capai.

            Demikianlah materi dapat Saya bagikan, ini hanyalah beberapa dari sekian banyak visi, misi dan program kerja. Untuk menjadikannya lebih baik teman-teman dapat berdiskusi dengan sesama teman kalian dan menciptakan gebrakan baru. Semoga ini bermanfaat bagi kalian baru belajar untuk memulai organisasi dan bagi teman-teman yang sudah tahu, terimakasih telah berkunjung. 

29 Desember 2020

LEGENDA/CERITA RAKYAT/SEJARAH DARI KALIMANTAN TENGAH

             


        Setiap daerah pastinya memiliki legenda atau sejarahnya masing-masing, termasuk salah satu daerah yaitu Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Tengah sendiri ada banyak sekali Sejarah atau Legenda didalamnya. Berikut kami akan memaparkan beberapa Legenda atau Cerita Rakyat yang ada di Kalimantan Tengah diantaranya :

  1. Legenda Petak Malai (Baraoi)
  2. Legenda Sanaman Mantikei (Nusa Kuluk Riam Habambang)
  3. Legenda Batu Banama/Batu Mandi (Kasongan)
  4. Legenda Riam Mangkikit (Sungai Katingan)
  5. Legenda Batu Tumbung Dan Ingei (Baraoi)
  6. Legenda Pulau Malan (Tumbang Banjang)



LEGENDA PETAK MALAI (BARAOI)

            Legenda ini berasal dari daerah kabupaten Murung Raya atau Puruk Cahu tepatnya didaerah penduduk atau desa Tumbang Topus kecamatan sekarang untuk Murung dan di daerah penduduk kampung Talung Nyaling. Konon ceritanya tanah malai tolung lingu ini asal mulanya ada di tanah khayangan atau Danum Songiang. Ditanah khayangan telah hidup dua orang perempuan yang sangat cantik yang bernama Bura dan Santaki. ceritanya pada suatu hari, kedua perempuan cantik ini turun kedunia atau Anak Danum Kolunon untuk melihat dan mengamat-amati keadaan yang di Anak Danum Kolunon. Ketika sedang berjalan, kedua perempuan cantik ini melihat bahwa didunia atau Anak Danum Kolunon banyak sekali tempat-temat yang sepi tidak ada sama sekali penghununya. Sedang ketika kedua perempuan itu berjalan lagi ia melihat bahwa ada sekelompok manusia atau kolunon yang mendiami tempat tersebut. Dalam hati kedua perempuan cantik itu bertanya kenapa di dunia manusia banyak sekali tempat-tempat sunyi dan sepi tidak ada penghuninya. Maka, bersedihlah hati kedua perempuan yang bernama Bura dan Santaki itu. Ketika kembali lagi ke tanah khayangan, siang dan malam kedua perempuan itu merenungkan apa yang harus mereka perbuat supaya didunia tidak ada lagi tempat sepi yang tidak ada penghuninya. Setelah berhari-hari kedua perempuan cantik itu memutuskan untuk menurunkan Tana Malai Tolung Lingu atau Petak Malai Buluh Merindu kedunia atau Anak Danum Kolunon sebagai Songkolasan-Songkolimo Anak Kolunon di muka bumi atau Pindah Ondou. Konon ceritanya Tana Malai Tolung Lingu adalah benda keramat milik manusia di tanah Khayangan.

 

LEGENDA SANAMAN MANTIKEI (NUSA KULUK RIAM HABAMBANG)

            Dahulu kala didusun Kaleka Nusa Kuluk Riam Habambang, sebelah kiri mudik sungai Samba hiduplah satu keluarga petani. Petani itu mempunyai seorang anak laki-laki bernama Tinjau. Pada suatu hari Tinjau pergi untuk mengantarkan makanan kepada ibu bapaknya diladang. Ditengah jalan, sekonyong-konyong Tijau melihat seorang yang mirip ayahnya. Orang itu lalu mengajaknya berjalan kesuatu arah. Tinjau menurut saja, karna dirasanya tak salah mengikuti ayahnya sendiri mereka berdua berjalan terus hingga tiba pada sebuah jalan yang lebar dan bersih.

            Akhirnya sampai di sebuah betang. Didalamnya banyak orang berkumpul. Mereka lalu naik ke dalam betang itu. Seorang tetua dari sekalian itu berkata kepada orang yang mirip ayah Tinjau : "Dari mana kau dapat anak manusia ini ? bagaiman diketahuinya rahasia pekerjaan kita ini tak boleh dilihat mahluk lain, apalagi manusia." "anak ini kutemukan diujung jalan rumahku, sebelum mencapai jalan desa kita ini. Tiba-tiba saja ia terlihat olehku dan ia pun melihatku pula. Untunglah sempat ku ubah wajahku, menyamar jadi ayahnya. Mungkin ia mata-mata manusia yang ditugaskan mengintai pekerjaan kita. Aku bergegas hingga kubawa saja ia kemari. Terserah ketua mengambil tindakan padanya." Jawab orang yang mengajak Tinjau tadi.

            Ketua odari orang halus itu berkata lagi: "anak manusia ini jangan dibiarkan bebas begitu saja. nanti ia lari diceritakannya perihal segal perbuatan kita. Coba tutup ia dengan gerantung (gong) besar." Tinjau lalu disekap dibawah sebuah gerantung. Ia menyadari bahwa dirinya diculik mahlik halus. Untung saja papan lantai dibawah gerantung tidak rata. Kalau tidak ia bisa mati lemas kehabisan napas setelah Tinjau disekap mulailah itu mereka berunding mengatur pembagian kerja pada esok hari yakni membuat peralatan melebur batu menjadi sanaman mantikei (besi sejati atau murni).

            Orang tuanya heran mengapa hari ini Tinjau tidak datang mengantar makanan seperti biasanya. Merasa lapar keduanya terpaksa pulang kerumah. Ternyata Tinjau tidak ada disana. Seluruh keluarga dan orang sekampung turut mencari kesana kemari. Tetapi, semuanya sia-sia saja. Tinjau hilang bagai ditelan bumi. Bermacam dugaan mereka lontarkan.

“Apakah kau lihat segala perbuatan kami ?" tanya ketua mereka. Memang Tinjau seorang anak yang cerdik, ia lalu menyahut : "iya saya lihat semua perbuatan kalian dengan jelas" Ketua mahluk halus itu berkata "kalau begitu coba tutup dia dengan rakung". Tinjau lalu ditutup mereka dengan rakung. "oh" Kata tinjau, "jangan tutup aku dengan rakung sebab dapat kulihat perbuatan kalian." "kalau begitu coba dengan pangalau agar ia tidak melihat pekerjaan kita", kata ketua hantu itu.

Tijau berteriak : "ampun ! janganlah kalian tutup aku dengan pangalau ini. Aku menjadi buta dan tuli sama sekali," mahluk-mahluk halus itu tertawa terbahak-bahak gembira. sebab Tinjau tak dapat melihat segala perbuatan mereka. Alat yang mereka buat itu adalah alat sebagai mana yang masih dipergunakan pandai besi tradisional hingga kini di daerah kalimantan tengah.

            Menurut pendapat mereka untuk mempercepat peleburan batu menjadi besi itu sekeliling baknya dipajangkan tiga buah patung dari tanah liat dengan bentuk tertentu. Kepala berbentuk ikan, ekornya harus berbentuk kerbau. Kalau kepalanya bunglon, ekornya harus berbentuk ikan serta bila kepalanya babi ekornya mesti berbentuk buaya.

            Dari percakapan mereka terdapat beberapa persyaratan dalam pekerjaan itu antara lain tidak boleh dilihat atau ditegur kaum wanita, berolok-olok atau berbicara kotor dan bertengkar. Selain itu, harus dekat dengan air dan ada dahan kayu yang sedang tingginya. Dua syarat terakhir adalah erat kaitannya dengan teknis peralatan. Mengenai jenis batuannya adalah batuan yang ada didalam tanah. Tiga hari tiga malam Tinjau memperhatikan kerja mereka itu mulai dari memebuat peralatannya, melebur batuan menjadi besi serta menempanya menjadi senjata dan peralatan. Saking sibuknya mereka bekerja, sampai lupa kepada Tinjau. Hingga dapatlah ia melepaskan dirinya pulang kerumah. Gembiralah keluarganya serta seisi kampung dengan kepulangan Tinjau. Mereka tercengang mendengar ceritanya, apalagi menyangkut pengolahan besi pada masa itu oleh orang. Beberapa tahun kemudian Tinjau mengajak keluarganya mengerjakan Sanaman Mantikei seperti dilihatnya dikampung mahluk halus dahulu. Mereka mengerjakannya lebih baik sebab peralatannya cukup sempurna dengan hasil yang memuaskan pula.

            Bekas pengolahan Sanaman Mantikei disebelah kanan mudik sungai mantikei, sungai manten, dan kaleka nusa kuluk riam habambang. Sanaman mantikei memiliki sifat yang lebih lunak dan tajam senjata yang dibuat dari bahan ini mudah dibengkokkan. Batuan yang mengandung sanaman mantikei hanya dijumpai disungai mantikei, mencarinya dengan jalan digali dari dalam tanah. Karna terkenalnya besi ini, hingga sekarang daerah sepanjang sungai samba dinamakan kecamatan sanaman mantikei.

 

LEGENDA BATU BANAMA/BATU MANDI (KASONGAN)

            Pada masa lampau pulau borneo merupakan bagian dari lautan dan masa lalu daratannya hanya sedikit yaitu daerah tengah dan daerah timur pulau borneo pulau sekarang saat itu bukit tangkiling termasuk wilayah daratan sehingga disitu menjadi sebuah kampung di kampung itu hiduplah seorang ibu dan anak laki-lakinya suaminya sudah meninggal ibu ini dikenal dengan bawi kuwu(seörang wanita yang cantik dan awet muda)disuatu hari ibu sedang memasak nasi goreng yang digoreng tanpa minyak (bari sanga)saat si ibu sedang memasak ternyata si anak ini terus mendesak ibunya supaya cepat dihidangkan karena si anak merasa lapar,ibu mencoba bersabar tetapi si anak malah semakin merengek rengek tidak karuan maka habislah kesabaran si ibu ini tanpa sengaja ia pun mengayunkan solet(suruk:alat buat menggoreng)kebagian kepala anaknya sesaat setelah dia tersadar ternyata dikepala anaknya telah mengalir darah segar sehingga si anak ini menjadi panik dan marah. Dalam sekejap si anak berlari keluar dari rumah dia merasa ibunya tidak lagi menyayangi dirinya, ibunya berusaha mengejar tetapi si anak sehingga berlari ke sebuah dermaga. Didermaga itu terdapat sebuah kapal yang sedang singgah, kapal ini berasal dari negri cina sedang singgah untuk menjual keramik di kampung itu dan si anak bersembunyi dibagian bawah kapal itu. Ibunya berusaha mencari ke suluruh penjuru kampung tapi tidak dapat menemukan anaknya. Dia menyesali dirinya karena telah memukul kepala anaknya, dia pun merenungi perbuatannya itu. Lalu tak lama setelah bongkar muat didermaga diselesaikan maka kapal cina itu akhirnya melepas jauh dan kembali berlayar kenegri cina. Singkat cerita sianak yang tadi bersembunyi dikapal itu ditemukan oleh kapten kapal dan ditanyai kenepa ia ada dikapal itu, ia pun menjawab dengan jujur bahwa ibunya telah memukul kepalanya sehinnga ia menganggap ibunya sudah tidak menyayanginya lagi, untuk kembali tidak memungkinkan lagi maka oleh kapten kapal ia di izinkan ikut berlayar setelah sembuh ia menjadi pelayan dikapal itu, karena sifatnya yang baik. Akhirnya, ia bekera sebagai saudagar yang memiliki kapal itu, setelah sekian lama bekerja dengan saudagar dan si anak tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, sekian lama bekerja di negeri cina ia menjadi kepercayaan sang saudagar bahkan karena si saudagar tadi tidak memiliki keturunan maka akhirnya dia diangkat menjadi anak dan diberi nama Kilin, tak terasa tahun demi tahun berlalu dan saudagar dan istrinya telah wafat. Maka Kilin berniat untuk berlayar lagi untuk berdagang, maka ia pun menghubungi kapten yang telah menyelamatkannya dulu dengan sukacita kapten ini menyambut baik rencana Kilin maka mereka pun mulai mempersiapkan pelayarannya. Setelah tiba saat yang tepat mereka pun berlayar dari negri ke negri, dari pulau ke pulau dan dari laut ke laut serta mengarungi samudra sehingga sampailah mereka ke tempat kampung si Kilin tadi berasal. saat mereka singgah ke kampung ini terlihatlah oleh Kilin seorang wanita cantik yang membawa barang-barang untuk ditukarkan pada barang barang yang dibawa kapal miliknya. Saat itupun ia jatuh cinta pada wanita itu dan dengan segera ia pun melamarnya, wanita itu pun menerim lamarannyanamun ia mengakui bahwa ia bukan gadis dan ia pernah menikah sebelumnya, bagi anak muda yang sedang jatuh cinta hal ini bukanlah masalah maka ia tetap pada pendirian hatinya sehingga akhimya mereka pun menikah. Setelah menikah ia membawa wanita ini ke kapalnya, pada saat itu kapal besar disebut dengan nama Banama oleh masyarakat dayak dan pemiliknya disebut Bandar. Setelah berada di banama kedua pasangan ini pun bermesraan dan Kilin merebahkan kepalanya dipangkuan wanita ini, sehingga wanita ini pun mengelus-elus kepala Kilin dengan lembut. Saat mengelus kepala Kilin dia pun sebuah luka dikepalanya dan secara spontan ditanyakannya hal ini kepada Kilin, Kilin pun lalu menceritakan masa lalunya kepada wanita ini, saat itulah si wanita ini sangat terkejut dengan wajah yang pucat ia berkata bahwa dirinya sendirilah ibunya yang dimaksudkan Kilin, saat mendengar hal itu, tentu saja menolak hal ini mentah-mentah dan menuduh wanita itu bohong, ia mengatakan tidak mungkin kalau wanita itu ibunya karna kalau ibunya pastilh sudah tua, ibunya menjawab ia tidak menjadi tua karena ia telah memohon kepada yang maha kuasa agar diberikan umur yang panjang sehingga ia diberikan anugrah kecantikan yang tidak memudar dengan cepat kilin menertawakan hal ini sehingga ia akhirnya mengucapkan sumpah bila hal yang dikatakan wanita itu benar, biarlah dikutuk oleh yang maha kuasa. Pada saat itu juga terjadilah malapetaka itu juga sehingga guntur sahut menyahut terjadi dan huja disertai badai disaat matahari bersinar terang pun terjadi, akhirnya karena kutukan kapal itu yang dimiliki kilin berubah menjadi batu dan wanita yang ternyata ibunya akhirnya terjebak dalam batu itu, sedangkan para awak kapal dan Kilin sendiri tidak diketahui dengan jelas. Konon ceritanya saat kapal itu berubah menjadi batu ibunya yang terkurung didalamnya masihlah hidup.

 

LEGENDA RIAM MANGKIKIT (SUNGAI KATINGAN)

            Legenda mangkikit terjadi dikalimantan tengah. Tepatnya disungai katingan, disitulah ada sebuah jeram yang disebut riam mangkikit. Riam ini adalah yang terbesar diantara riam lainnya dikalimantan tengah. Disitu ada sebuah tempat yang disebut batu Tangudau. Batu ini demikian sebab kata orang dibawah batu itu terdapat lubang ikan tangudau yaitu sejenis ikan hiu. Konon dikisahkan, ditengah riam itu ada sebuah kampung kecil. Dikampung itu hanya ada sebuah rumah betang dan lima buah rumah biasa. Pemimpin kampung itu seorang pemuda yang gagah berani bernama Mangkikit. Walaupun masih tergolong muda, Mangkikit disegani orang. Sifatnya yang agak pendiam, jujur, berani karena benar, membuatnya lebih berwibawa.     Sementara istrinya yang bernama Nyai Endas adalah seorang perempuan yang sangat cantik. Kecantikan Nyai Endas telah terkenal ke seluruh daerah. Banyak pemuda yang sengaja bermalam dibetang dengan maksud sekedar ingin menyaksikan kecantikan Nyai Endas. Lebih-lebih, hampir sepuluh tahun perkawinannya dengan mangkikit belum juga dikaruniai putra. Walaupun dengan demikian, keduanya tetap hidup bahagia, aman dan damai.

            Sudah menjadi kebiasaan setiap hari pagi-pagi sekali mangkikit akan pergi berburu. Senjata beserta anaknya sejak sore kemaren sudah dipersiapkannya. Seperti biasanya, jika merencanakan suatu perjalan, mangkikit selalau bangun pagi. Ia menyiapkan makanan dan penginangan untuk bekalnya. Mangkikit sebelum berangkat, ia berpesan kepada istrinya agar baik-baik tinggal dirumah. Kepada Dungak dan Tambi Jongkong dipesankan pula hal yang sama. Kedua orang itu sudah sejak lama dianggap anggota keluarganya sendiri. Malah Tambi Jongkong sendiri sudah seperti inang pengasuh sejak Nyai Endas masih kecil.

            Setelah Mangkikit berangkat, penghuni betang itu asik dengan pekerjaannya sendiri-sendiri. Dungak membelah kayu dibelakang. Tambi Jongkong memasak didapur. Nyai Endas sendiri asik menganyam tikar rotan dikamar. Tiba-tiba terdengar pintu dengan diketuk. Mendengar ketukan itu, Nyai Endas memanggil Tambi Jongkong: Disuruhnya melihat siapa yang datang. Seorang laki-laki tak dikenal berdiri didepan pintu. Laki-laki itu tampan sekali, kumisnya tipis, tubuhnya kekar, kulitnya putih kuning dan tampak bersih. Kain warna merah melilit dikepalaya. Dipinggangnya tergantung mandau bergagang tanduk berjumbai rambut, menambah kegagahannya. Lama perempuan tua itu terdiam. Ia tidak berani menatao mata laki-laki itu terlalu lama. la baru sadar setelah laki-laki itu menegurnya. "Mangkikit ada ?" tanyanya singkat. "Mangkikit pergi berburu sejak pagi" jawab orang tua itu. "tetapi Nyai Endas, ada ?" tanyanya lagi. "oh, ada, silahkan masuk" sahutnya, seraya berbalik memberi tahukan kedatangan orang itu. Mendengar hal itu, Nyai Endas langsung keluar. Tambi Jongkong sempat melihat bahwa Nyai Endas tampak seperti orang bingung melihat tamunya. Tidak lama kemudian, Nyai Endas masuk kedalam. Digapainya Tambi Jongkong agar masuk kekamar. Sejenak kemudian, Tambi Jongkong kedapur memanggil Dungak agar segera pulang. Tak berapa lama kemudian Dungak pun muncul. Ditatapnya tamu itu dengan pandangan kurang senang. Mendengar panggilan Nyai dri kamar, ia pun segera masuk. "kalian berdua dengar kataku ini," ujar Nyai. "laki-laki itu memaksaku untuk mengikutinya. Aku sadar bahwa aku sudah bersuami. Tetapi rasanya aku tidak dapat menolak keinginannya." Secepat kilat, Dungak menyambar mandau pusaka yang tergantung didinding setelah mendengar kata-kata Nyai Endas. Rupanya ia tidak menerima perlakuan tamu itu. Namun dengan tangkas pula Nyai Endas menghalangi maksud Dungak. Melihat kejadian itu Dungak mengalah, walaupun hatinya merasa amat perih. "sekarang katakan kepada tuanmu bila ia sudah kembali nanti," kata Nyai Endas. "akui Nyai Endas....,bagaimana pun aku tetap mencintainya. Oleh sebab itu sekali lagi ku pesankan agar kamu menceritakan kepada tuanmu dengan jujur. Aku minta jika aku telah keluar, ikuti aku dengan matamu. Dengan demikian kamu tau arah kepergianku. Sekarang aku akan mempersiapkan barang barangku." Kemudian Nyai Endas menyiapkan barang bawaannya. Sebelum keluar kamar, kembali ia berpesan sekirannya mangkikit suaminya ingin mencarinya, ikuti nanti arah kepergiannya. Kemudian ia pun keluar bersama laki-laki itu dari betang, mereka berdua turun kesungai. Dungak dan Tambi Jongkong yang mengawasi kepergian Nyai Endas merasa kaget, kedua orang itu berjalan diatas air seperti dijalan saja. menyaksikan peristiwa itu, Tambi Jongkong dan Dungak bergegas lari ke betang. Diambilnya gong lalu dibunyikan berkali-kali. Penduduk yang sedang bekerja diladang mendengar bunyi gong itu segera berlari pulang ke kampung. Pasti ada kejadian yang luar biasa. Penduduk kampung gempar setelah diberi tahu Dungak bahwa Nyai Endas diculik oleh laki-laki tak dikenal. Mereka ngeri kalau Mangkikit mangamuk karena kejadian itu. Semua wanita dan anak-anak dengan diam meninggalkan kampung itu. Mereka takut kalau nanti Mangkikit mengamuk membabi buta. Yang tinggal sekarang hanyalah laki-laki dewasa. Tambi Jongkong yang menangis terus tampaknya tinggal pasrah. Demikian pula halnya dengan Dungak yang sejak tadi banyak diam.

            Sementara itu Mangkikit bergegas dalam perjalanan pulang, ia mendapat semacam firasat, sesuatu yang luar biasa terjadi dikampung. Ia cepat-cepat pulang jalannya dipercepat menjadi setengah berlari. Setibanya dibelakang betang, dilihatnya banyak orang bergerombol. Apa gerangan yang terjadi, tanyanya dalam hati. Dengan nafas terengah-engah, ia naik kebetang seraya bertanya, "ada apa ini, apa yang tarjadi ?" tak seorangpun yang berani menjawab. Karena tidak ada yang menjawab, Mangkikit menjadi marah. Dunguk pun tidak berani mengatakan hal yang sebenarnya mengenai Nyai Endas sewaktu ditanya. Menyaksikan keadaan seperti itu, seorang laki-laki tua tampil seraya berkata dengan suara lembut, "anakku..., coba tenang sedikit. Sulit berbicara dengan keadaan seperti ini." Katanya. Mangkikit pun sedikit mereda ketegangannya apa yang sebenarnya terjadi, paman ?" tanyanya kepada orang tua itu. Orang tua itu pun menceritakan seluruh kejadian itu tanpa ada satu pun yang tertinggal. Mendengar penjelasan pamannya, mangkikit menghela nafas panjang. Penduduk kampung ikut merasa lega karena ternyata Mangkikit tidak jadi marah. Mangkikit hanya minta para kepala keluarga untuk datang kerumahnya nanti malam. Disana ia akan memberitahukan rencana selanjutnya. Pada malam itu, kembali mereka berkumpul Mangkikit menyarankan agar setiap keluarga menyiapkan tuak. Pada hari kesembilan setelah itu, mereka akan berkumpul lagi. Mangkikit tidak menjelaskan maksudnya, ia hanya berpesan agar mereka menyiapkan keperluan pesta. Akhirnya, waktu yang ditetapkan itu tiba. Mangkikit memerintahkan agar pesta dimulai dari rumah yang paling ujung bagian hulu. Sepuluh hari kemudian, tibalah giliran terakhir dirumah betang Mangkikit. Sebelumnya Mangkikit berpesan agar hari terakhir itu semuanya hadir. Sejak pagi mereka makan dan minim sepuas-puasnya. Setelah semuanya selesai, mangkikit memerintahkan semua orang berkumpul di tepian mandi sungai. Setelah semuanya lengkap, Mangkikit memerintahkan semua kepala keluarga membakar rumahnya. Dalam sekejap, semua rumah dikampung itu telah terbakar.

            Setelah semua berkumpul, Mangkikit berkata, "sekarang turunlah ke sungai, berjalan dengan tenang menuju batu Tangudau. Ia menunjuk salah seorang untuk terjun ke pusaran air itu dahulu. Jika mereka masih hidup agar dalam dunia yang baru itu salaing menunggu. Setelah semua penduduk terjun Mangkikit pun menyusul. Mangkikit pun melihat sebuah kampung yang bersih dan rapi. Ia mengisyaratkan agar mereka menunggu dengan tenang. Dengan didampingi tiga orang laki-laki pilihannya, ia memasuki kampung itu. Tidak kelihatan seorang pun penghuni disana. Tidak jauh dari situ, dihalaman rumah besar dan bagus, tampak Nyai Andas. Atas perintah Mangkikit, mereka berpencar mengepung rumah itu. Setelah dekat benar, Mangkikit memberi isyarat kepada Nyai Endas. Istrinya mengatakan bahwa laki-laki yang menculiknya masih tidur dikamar. Mangkikit mengikuti istrinya masuk, secepat kilat Mangkikit mencabut dohong yang terselip dipinggangnya, lalu membunuh laki-laki itu. Ketiga pengawal disuruh untuk menjemput keluarganya yang menunggu diluar kampung itu.

            Nyai Endas pun bercerita bahwa kampung ini adalh tempat tinggal bangsa ikan tangudau. Siang hari mereka semua pergi mencari makan. Itulah sebabnya tak ada orang yang mereka temui pada siang hari. Sore hari mereka baru pulang. Akhirnya, Mangkikit menjadi raja disana dan hidup dengan damai, aman, dan tentram.

 

LEGENDA BATU TUMBUNG DAN INGEI (BARAOI)

            Dahulu kala terdapat sebuah betang ditepi sungai samba sebelah kanan mudik. Betang tersebut dihuni puluhan keluarga. Diantara keluarga tersebut terdapat pasangan muda yang baru saja melangsungkan perkawinannya. Mereka adalah Tombong dan istrinya Ingei. Suatu ketika dibetang itu dilaksanakan upacara balian. Upacara ini dilakukan untuk melaksanakan pengobatan pada salah seorang warga betang itu yang sakit keras. Di tengah betang dibuat sebuah sangkai puca. Sangkai puca ini bahannya dari berbagai dahan kayu yang masih lengkap dengan daunnya, diikat tegak seperti pohon kayu. Dahan kayu yang digunakan adalah pohon beringan karena lambat layu daunnya lagi pula rimbun serta serasi. Setiap malam ramai orang makan, minum, dan menari serta menyanyi karungut. Namun Tombong dan istrinya yang tinggal dalam kamar yang palaing ujung tidak pernah mau keluar dan ikut bagian dalam kegiatan tersebut. Pada suatu hari pagi-pagi sekali Tombong sudah pergi untuk berburu. Kepada istrinya Tombong berkata, "Ingei sepeninggalku pergi ini jangan sekali kali kamu keluar dari kamar. Tidak usah kamu ikutbiar hanya melihat upacara itu." Pesan ini diucapkan Tombong karena ia seorang pencemburu. Memang Ingei seorang wanita yang cukup rupawan. Sepeninggal Tombong Ingei sangat penasaran. Diluar kamarnya terdengar sorak sorai penuh kegembiraan, gong dan gendang bertalu-talu. Laki-laki perempuan, tua muda ramai manasai mengelilingi sangkai pucu.

            Pikir ingei dalam hatinya, "aku mengira tak apalah jika aku melihat keramaian itu." Ia hanya berniat untuk menonton sebentar saja dan sementara menunggu Tombong pulang. Ternyata Ingei lupa pulang ke kamarnya, saking asiknya menonton orang yang menasai itu. la tak tahu kalau Tombong cepat pulang denganhasil buruannya seekor kalasi. Tombong sangat marah ketika mengetahui istrinya tidak berada didalam kamar mereka. Ia menduga sudah pasti istrinya menonton upacara balian itu. Dengan jengkel Tombong memberi pakaian bangkai kalasi itu. Dipakaikannya cawat, baju sangkarut dan kopiah sampah angang. Tombong lalu menggendong bangkai kalasi itu menuju ke tengah betang, saat ramainya orang manasai. Semua orang heran melihat kelakuannya itu, tapi tidak ada seorang pun berani menyapanya. Dilihatnya istrinya duduk diantara orang banyak dengan bengong tanpa berani membuka mulut. Bangkai kalasi itu dilemparkannya ke atas sangkai puca, lalu ia kembali kekamarnya. Orang banyak heran, bangkai kalasi itu hidup kembali dan memanjat naik ke atas puncak sangkai puca orang pun ribut menyaksikan kejadian itu. Sebagian ingin membunuhnya dan mengepungnya. Tiba-tiba hari yang cerah berubah menjadi gelap pekat. Angin bertiup kencang, kilat, dan petir manyambar-nyambar betang dan seluruh penghuninya berubah menjadi gundukan batu besar. Hanya Ingei yang masih hidup, tetapi ia terkurung dalam batu itu. Kelihatan batu itu seperti kamar, tanpa pintu dan hanya ada sebuah lubang kecil sebesar lengan.

            Beberapa tahun berlalu setelah peristiwa itu. Jika terdengar suara orang melewati tempat itu Ingei lalu mengulurkan tangannya meminta makanan. Kadang kala ia bersedia menjahit pakaian orang-orang yang menolongnya asal menyediakan kainnya sendiri, benang, dan jarumnya. Jahitan tangannya Ingei sangat halus dan rapi. Beberapa kali orang telah mencoba untuk membantunya keluar dari lobang itu. Mereka memahat lubang kecil itu memperbesarnya agar Ingei dapat keluar. Tapi mereka keheranan batu iti bagai bernyawa. Setiap tercongkel sebuah bongkahan sebesar itu pula bergerak menutupi bagian yang tercongkel tadi begitulah keadaannya hingga lubang seperti besarnya semula. Seorang yang penasaran saking jengkelnya lalu menusuk Ingei dengan sepotong kayu. Sejak saat itu tidak pernah terlihat tangan Ingei keluar. Ia takut memperlihatkan dirinya dan tak mau lagi berhubungan dengan orang lain. Apakah ia terluka dan meninggal dunia tak seorang pun yang mengetahuinya. Sejak saat itu gundukan batu itu dinamai orang Batu Lowang Ingei yang artinya Batu Lubang Ingei. Letaknya dihilir desa tumbang jala, termasuk wilayah kecamatan sanaman mantikei kabupaten kotawaringin timur. Kembali pada Tombong suami Ingei, ketika hari menjadi gelap ia pergi berkayuh ke seberang sungai lalu berlari ke dalam rimba. Petir menyambar mengikutinya berlari tanpa tujuan mencari tempat berlindung. Akhirnya ia sampai ditepi sungai baraoi anak dari sungai samba. Ketika ia melompati sungai itu dengan bermaksud menyebranginya pada saat itu pula petir menyambar tubuhnya yang langsung berubah menjadi batu. Lalu jatuh ke sungai itu. Batu itulah yang disebut orang Batu Tombong yang terdapat dekat desa tumbang baraoi sekarang ini. Demikianlah cerita Batu Lowang Ingei.

 

LEGENDA PULAU MALAN (TUMBANG BANJANG)

            Dahulu kala hiduplah tiga orang bersaudara. Yang tertua dan tengah adalah laki-laki tengah masing-masing bernama Jangkan dan Range. Sedangkan si bungsu adalah perempuan yang bernama Bungen Hewau yang terkenal dengan kecantikannya. Kabar mengenai kecantikan Bungen Hewau tersebar dan menjadi buah bibir dimana-mana. Hingga sampai terdengar oleh seorang dewa sakti yang bernama Nyahu Lentup yang kala itu memiliki seorang putra yang belum beristri, bernama Mufakatlah Nyahu Lentup.

            Demi mendengar perihal kecantikan Bungen Hewau, sang dewa mengutus seekor burung untuk meminang si gadis yang tinggal di Kereng Mangging Tambarirai Hejem Batu Tabruat. Tempat tersebut sekarang ini terdapat disebelah kiri mudik sungai seruyan, tempatnya di hilir desa sukamandang. Sesampainya ditempat tersebut, burung utusan dewa mampu memikat hati Bungen Hewau untuk dapat memeliharanya. Bungen Hewau pun meminta kepada kedua kakaknya untuk dapat menangkap burung tersebut. Namun, tidak mudah untuk menangkap burung yang memang utusan dewa itu. Kelincahannya membuat burung itu susah ditangkap. Berupaya tanpa hasil membuat kedua kakak Bungen Hewau emosi dan memukul burung tersebut hingga mati.

            Matinya burung utusan itu diketahui dan membuat sang dewa murka bukan main. Dewa pun menurunkan bala ke kampung Bungen Hewau berupa asang tahi. Selama tiga tiga malam seluruh kampung berserakan kotoran manusia dengan baunya yang sangat busuk dan membuat Bungen Hewau selama itu tidak karuan makan. Tidak sampai di situ, setelah asang tahi lenyap muncul serbuan asang sansaman. Bala itu juga turun juga dalam waktu tiga hari dan dilanjutkan dengan asang penyengat selama tiga hari itu juga. Menghadapi semua bala itu, ketiga bersaudara itu memutuskan pergi dari kampung.

            Mereka pun sampai pada sebuah pulau yang terdapat goa mereka pun pergi kesana untuk berteduh. Namun goa tersebut dihuni oleh banyak sekali kelalawar salah satu dari kelalawar itu adalah rajanya. Karena pada jaman dahulu manusia dan hewan masih mampu melakukan komunikasi. Sang raja kelalawar bertanya mengapa mereka sampai disini. Mereka pun menceritakan awal kejadian mereka dapat sampai disini sampai selesai. Karena mendengar penjelasan dari tiga orang manusia itu sang raja kelalawar memperbolehkan mereka untuk tinggal sementara di dalam goa itu. Namun keesokan harinya sang raja kelalawar akan mengantarkan mereka pada suatu tempat. Keesokan harinya ketiga bersaudara tersebut melanjutkan perjalanan menuju tempat yang dikatakan kelalawar tadi. Hingga hari kedelapan barulah ketiga bersaudara barulah tiba di sungai banjang anak sungai katingan sebelah kiri mudik yang sekarang ini desa tersebut bernama desa tumbang banjang. Sesampainya tempatnya yang dimaksud mereka melihat ditengah-tengah danau tersebut terdapat sebuah rumah. Dan mereka beranggapan bahwa rumah tersebutlah yang dimaksud raja kelalawar akan tetapi, mereka tidak langsung kerumah tersebut. Ketiganya memutuskan terlebih dahulu menetap ditepi sungai. Rumah tersebut merupakan milik ibu Handang yang tinggal bersama anak laki-lakinya yang bernama Hindang. Handang adalah sebuah Kuyang. (Makhluk Mistis berwujud kepala tanpa badan, dengan isi perut yang masih melekat dengan kepala, biasanya terbang dengan penampakan api)

            Pada suatu sore ketika Bungen Hewau pergi mandi ketepi sungai dan terdengarlah oleh Handang. Begitu melihat Bungen Hewau Hindang langsung jatuh cinta. Ketika malam tiba saat Bungen Hewau memandangi rumah tersebut dan melihat sebuah cahaya hijau bagaikan meteor. Dengan tidak berkedip Bungen Hewau langsung pergi ke pondok dan berkata kepada kedua kakaknya, "kak ternyata ibu Hindang adalah kuyang."Sehingga kedua kakaknya berinisiatif untuk membacakan mantra selisih (mantra untuk melindungi diri agae tidak terlihat oleh orang lain) agar tidak diketahui oleh kedua penghuni rumah tersebut. Dengan mantra tersebut, Hindang dan ibunya berusaha mencari ketiga bersaudara tersebut namun, tidak ditemukan dan akhirnya Hindang beserta ibunya ditemukan meninggal dirumah tersebut dan rumah tersebut kemudian ditumbuhi pohon hingga menyatu dan berubah menjadi Pulau. Konon katanya Pulau tersebut selalu berpindah-pindah tempat sehingga saat ini danau tersebut disebut Pulau Malan (Malan dalam bahasa setempat artinya Berjalan). Demikianlah legenda Pulau Malan (Tumbang Banjang) di Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan.

 

Demikianlah beberapa Legenda yang dapat kami bagikan dalam kesempatan ini, Semoga Bermanfaat, dan Terimakasih Anda telah berkunjung. Salam Sehat !!

Bila dalam penulisan terdapat kesalahan kami mohon maaf, dan disini kami bertujuan untuk saling berbagi wawasan dan pengetahuan untuk kita bersama.