03 Januari 2021

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR ISU PENTING LINTAS BUDAYA DAN BANGSA | KESENJANGAN SOSIAL

Kesenjangan dapat digolongkan atas kesenjangan natural, kesenjangan kultural, dan kesenjangan struktural. Kesenjangan natural adalah kesenjangan yang disebabkan oleh faktor-faktor alamiah, baik pada segi sumberdaya manusianya, maupun pada segi sumberdaya alamnya. Kesenjangan kultural adalah kesenjangan yang disebabkan oleh faktor-faktor budaya, yaitu yang menyebabkan terjadinya proses pelestarian kemiskinan di satu pihak, dan percepatan kemakmuran di pihak yang lain. Sedangkan kesenjangan struktural adalah kesenjangan yang disebabkan oleh faktor-faktor buatan manusia seperti: kebijakan ekonomi yang tidak adil, korupsi dan kolusi, serta tatanan perekonomian dunia yang bias bagi keuntungan kelompok masyarakat tertentu. Kesenjangan sosial di tengah masyarakat merupakan fenomena yang terus terjadi. Di mana, kesenjangan sosial sering kali dinilai berdasarkan sisi finansial di masyarakat. Antara si kaya dan si miskin terjadi perbedaan yang sangat signifikan terlihat. Mulai dari makanan yang dimakan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan masih banyak lainnya. Selain itu, kesenjangan sosial juga identik dengan harta benda yang dimiliki oleh setiap orang. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan yang didapatkan oleh setiap orang berdasarkan barang maupun jasa, imbalan dalam bekerja, kekayaan, dan hukum yang didapat. Oleh karena itu, untuk mengetahui kesenjangan sosial yang terjadi di tubuh masyarakat dan cara mengatasinya, simak penjelasan berikut secara baik dan benar.


1. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial?

2. Apa faktor kesenjangan sosial?

3. Bagaimana dampak kesenjangan sosial?

4. Bagaimana solusi mengatasi kesenjangan sosial?


A. Pengertian Kesenjangan Sosial

Kesenjangan Sosial merupakan suatu keadaan atau kondisi yang tidak seimbang di dalam kehidupan sosial di dalam masyarakat, baik itu perorangan atau juga organisasi(kelompok), yang mana terjadi ketidakadilan atau ketidaksetaraan distribusi hal-hal yang dianggap begitu penting bagi masyarakat. Kesenjangan sosial diartikan sebagai kesenjangan (ketimpangan) atau ketidaksamaan akses untuk mendapatkan atau memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Sumber daya bisa berupa kebutuhan primer, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, peluang berusaha dan kerja, dapat berupa kebutuhan sekunder, seperti sarana pengembangan usaha, sarana perjuangan hak azasi, sarana saluran politik, pemenuhan pengembangan karir, dan lain-lain.

Pengertian Kesenjangan Sosial Menurut Para Ahli:

1) (Abad Badruzaman, 2009) kesenjangan sosial adalah suatu ketidakseimbangan sosial yang ada di masyarakat sehingga menjadikan suatu perbedaan yang sangat mecolok. Atau dapat juga diartikan suatu keadaan dimana orang kaya mempunyai kedudukan lebih tinggi dan lebih berkuasa dari pada orang miskin.

2) (Soerjono Soekanto, ND) kesenjangan sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.

3) (Emile Durkheim, ND) kesenjangan sosial sebagai pembedaan fungsi dalam struktur sosial yang tak terhindarkan.

4) (Max Weber, ND) kesenjangan sosial sebagai hasil dari perbedaan kepentingan masing-masing individu yang diekspresikan dalam sistem perilaku dan tindakan.

5) (Rober Chambers, ND) kesenjangan sosial ekonomi merupakan gejala yang timbul di dalam masyarakat karena adanya perbedaan batas kemampuan finansial dan yang lainnya di antara masyarakat yang hidup di sebuah wilayah tertentu.


B. Faktor Kesenjangan Sosial

1) Perbedaan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam berhubungan erat dengan tingkat perekonomian suatu daerah. Apabila dapat memanfaatkan sumber daya alam dengan baik, laju perekonomian suatu daerah akan meningkat, begitu juga sebaliknya, tingkat perekonomian suatu daerah rendah apabila masyarakat tidak dapat memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal.

2) Kebijakan Pemerintah

Terkadang kebijakan pemerintah dapat menyebabkan kesenjangan sosial. misalnya kebijakan tentang program transmigrasi. Ketika warga pendatang lebih cepat maju dibandingkan dengan warga asli, ketimpangan sosial dapat terjadi. Ketimpangan tersebut terjadi karena ada ketidaksetaraan antar dua kelompok yang seharusnya dapat berkembang bersama-sama.

3) Pengaruh Globalisasi

Masyarakat yang mampu menyikapi globalisasi secara tepat akan mampu memanfaatkan globalisasi untuk mencapai kemajuan. Sementara itu, masyarakat yang tidak mampu memanfaatkan globalisasi secara tepat tidak akan mampu mengambil kesempatan yang ditawarkan globalisasi bahkan mengalami ketertinggalan.

4) Faktor Demografis

Kondisi Demografis menunjukan tingkat pertumbuhan dan struktur kependudukan, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, perbedaan kondisi ketenagakerjaan, serta segala hal yang berkaitan dengan penduduk.  Perbedaan kondisi demografis suatu daerah dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial karena perbedaan produktivitas kerja masyarakat pada setiap daerah.

5) Letak dan Kondisi Geografis

Letak dan kondisi geografis Indonesia mempengaruhi tingkat pembangunan suatu masyarakat. Masyarakat yang tinggal di dataran rendah umumnya lebih mudah membangun berbagai infrastruktur, sementara masyarakat yang tinggal dataran tinggi membutuhkan waktu dan proses panjang dalam pembangunan karena terkendala kondisi alam yang menanjak dan tidak merata. Menurunnya pendapatan per kapita. Ketidakmerataan pembangunan antar daerah. Rendahnya mobilitas sosial. Pencemaran Lingkungan Alam.

6) Lapangan Pekerjaan

Lapangan pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian masyarakat, sedangkan perekonomian menjadi faktor terjadinya kesenjangan sosial. Sempitnya lapangan pekerjaan di Indonesia menjadikan pengangguran yang sangat besar di Indonesia dan merupakan pekerjaan bagi pemerintah saat ini.


C. Dampak Kesenjangan Sosial

1. Dampak Positif:

a. Menghilangkan kondisi pemicu stress.

b. Merileksasikan baik jiwa dan raga.

c. Mempercepat proses aktivitas manusia.

d. Menyebabkan pembagian kerja yang lebih merata.


2. Dampak Negatif:

a. Menumbuhkan sifat malas.

b. Ketidakpuasaan terhadap sesuatu.

c. Mudah putus asa yang menghambat mobilitas kerja.

d. Timbulnya Kecemburuan sosial.

e. Banyak terjadi tindak Kriminalitas.


D. Solusi Kesenjangan Sosial

       Indonesia merupakan negara yang besar dan salah satu negara yang memiliki kepulauan yang banyak serta letaknya berjauhan. Kesenjangan sosial sangatlah mungkin terjadi di Indonesia karena banyak daerah-daerah terpencil yang terisolir dari keramaian. Dan Indonesia adalah suatu negara yang tingkat korupsi nya sangat tinggi, di dunia Indonesia masuk dalam 5 besar negara terkorup. Sebenarnya Indonesia mampu menjadi negara yang maju dan menjadi negara yang mampu menyejahterakan masyarakatnya.

       Karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya dan melimpah tetapi kenapa masih terjadi kesenjangan sosial yang sangat mencolok. Ini menjadi pertanyaan besar yang perlu adanya jawaban dan titik terang  Dalam hal ini merupakan tugas bagi pemerintah sekarang,bagaimana lebih menyejahterakan masyarakat serta meminimalis kesenjangan sosial. Banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemecahan kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat.

       Meminimalis (KKN) dan memberantas korupsi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah telah membentuk suatu lembaga yang bertugas memberantas (KKN) di Indonesia. Indonesia telah mulai berbenah diri namun dalam beberapa kasus soal korupsi KPK dinilai masih tebang pilih dalam menindak masalah korupsi. Misalnya kasus tentang bank Century belum menemukan titik terang dan seolah-olah mengakhiri kasus itu. Pemerintah harus selalu berbenah diri karena dengan meminimalkan (KKN) yang terjadi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan dana yang ada.

       Meningkatkan sistem keadilan di Indonesia serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap mafia hukum. Masih banyak mafia hukum merajalela di Indonesia itu yang semakin membuat kesenjangan sosial di Indonesia makin mencolok.


Kesimpulan 

       Kesenjangan sosial juga identik dengan harta benda yang dimiliki oleh setiap orang. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan yang didapatkan oleh setiap orang berdasarkan barang maupun jasa, imbalan dalam bekerja, kekayaan, dan hukum yang didapat. Oleh karena itu, untuk mengetahui kesenjangan sosial yang terjadi di tubuh masyarakat dan cara mengatasinya, simak penjelasan berikut secara baik dan benar. Kesenjangan Sosial merupakan suatu keadaan atau kondisi yang tidak seimbang di dalam kehidupan sosial di dalam masyarakat, baik itu perorangan atau juga organisasi(kelompok), yang mana terjadi ketidakadilan atau ketidaksetaraan distribusi hal-hal yang dianggap begitu penting bagi masyarakat.  Faktor kesenjangan sosial yaitu perbedaan sumber daya alam, kebijakan pemerintah, pengaruh globalisasi, faktor demografis, letak dan kondisi geografi, kemiskinan, dan lapangan pekerjaan. Dampak kesenjangan sosial ada dua yaitu dampak negatif dan positif. 

       Di Indonesia solusi yang harus di lakukan adalah Meminimalkan (KKN) dan memberantas korupsi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah telah membentuk suatu lembaga yang bertugas memberantas (KKN) di Indonesia. Indonesia telah mulai berbenah diri namun dalam beberapa kasus soal korupsi KPK dinilai masih tebang pilih dalam menindak masalah korupsi. Misalnya kasus tentang bank Century belum menemukan titik terang dan seolah-olah mengakhiri kasus itu. Pemerintah harus selalu berbenah diri karena dengan meminimalkan (KKN) yang terjadi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan dana yang ada. Meningkatkan sistem keadilan di Indonesia serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap mafia hukum. Masih banyak mafia hukum merajalela di Indonesia itu yang semakin membuat kesenjangan sosial di Indonesia makin mencolok.


Saran 

       Kebijakan pemerintah bisa mengurangi frekuensi dan besarnya goncangan, serta memastikan agar setiap rumah tangga dapat menikmati perlindungan yang layak seandainya goncangan terjadi. Ini adalah investasi jangka panjang yang diperlukan bagi Indonesia. Meningkatkan layanan umum pada tingkat lokal. Kunci perbaikan ketimpangan bagi generasi berikut terletak pada peningkatan pelayanan umum di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Hal ini dapat memperbaiki kesehatan, pendidikan dan peluang keluarga berencana secara merata. Pemerintah juga bisa menyediakan lapangan kerja yang lebih baik, melalui investasi lebih besar untuk infrastruktur, perbaikan iklim investasi dan perubahan pendekatan regulasi agar lebih fleksibel dan responsi.


 

TUGAS PENDIDIKAN PANCASILA | MORAL, NILAI, ETIKA, PENGEMBANGAN ILMU, IPTEK, IMPLEMENTASI PANCASILA

 1. Moral, nilai dan etika yang merupakan Identitas bangsa Indonesia, sekarang anda lihat dan rasakan dimana sikap perilaku anak muda dan bukan saja remaja para orang tua juga yang sudah tidak peduli lagi dengan saling hormat menghormati dan menghargai, kasih sayang terhadap sesama yang kedepannya akan luntur. Bagaimana menurut anda untuk mengatasi problem ini sehingga bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang sesuai dengan Identitas Pancasila ? 

Jawab : 

Sikap perilaku anak muda, remaja bahkan para orang tua yang sudah tidak peduli lagi dengan saling hormat menghormati dan menghargai, kasih sayang terhadap sesama yang kedepannya akan luntur : 

a. Para anak muda, remaja bahkan ada pula yang anak-anak banyak yang sudah tidak menghormati orang yang lebih tua, bahkan orangtuanya sendiri ada pula yang tidak dihormati. Sopan santunnya sudah tidak ada, contohnya cara berbicaranya kasar, membentak, suka berkata toxic (berkata kasar, tidak sopan, ataupun kata-kata kotor), 

b. Para anak muda, remaja bahkan ada pula yang anak-anak sudah kecanduan dengan Handphone, bahkan ketika bermain game saat diajak orang tua berbicara, tatapan matanya hanya fokus pada Handphone (seharusnya hp tersebut diletakkan terlebih dahulu untuk menunjukkan rasa hormat),

c. Ketika berjalan melalui orang, terkadang ada yang berjalan seenaknya, seolah tidak ada orang yang dilewati. (Seharusnya saat kita berjalan melewati orang lain yang harus kita lakukan yaitu berjalan menunduk, Berjalan menunduk sudah diajarkan sejak dulu oleh nenek moyang dan sebagai harapan memperoleh rasa penghormatan kepada orang yang lebih tua),

d. Tidak mengucap salam ketika bertamu atau memasuki rumah atau suatu tempat, tidak izin ataupun mencium tangan kedua orang tua ketika bepergian.

e. Suka membuat keributan dan mengganggu masyarakat lainnya, contohnya tawuran, mabuk-mabukan, balap liar.

f. Mencuri, membunuh, memalak, membuang sampah sembarangan, korupsi, semakin lama cara berpakaian orang semakin melenceng dari ciri kehidupan Bangsa Indonesia yang sesungguhnya akibat dari kurang selektif dalam menyikapi perubahan modernisasi dengan menerima setiap bentuk hal-hal baru tanpa adanya seleksi.

g. Enggan meminta maaf, selalu ingin benar, tidak suka dikritik, acuh tak acuh dengan orang lain, tidak peduli dengan lingkungan, ataupun sesamanya. Sikap Gotong-Royong sudah berkurang, kecuali adanya unsur organisasi atau yang lainnya saja.


Cara untuk mengatasi problem ini sehingga bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang sesuai dengan Identitas Pancasila :

a. Menanamkan sejak dini kepada masyarakat tentang Pendidikan Pancasila, nilai-nilai dan makna dari sila-sila Pancasila, terutama anak-anak. Sebab Pancasila adalah pedoman atau dasar kehidupan Bangsa Indonesia. Jangan sampai kehidupan rakyat Indonesia mengikuti ciri kehidupan bangsa lain sedangkan ideologi bangsanya sendiri tidak diterapkan.

b. Untuk meghindari salah pergaulan, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak.

c. Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak.

d. Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.

e. Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal sholeh. Sering beribadat dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

f. Menanamkan dan memelihara nila-nilai luhur yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi, walau terdengar kuno tetapi itu adalah hal dasar yang dapat mempererat persatuan dan kesatuan.

g. Menaati norma-norma yang ada, karena kaidah perilaku yang seharusnya sudah terkandung dalam tiap norma tersebut.

h. Menjadi rendah hati terhadap orang lain, dimaksudkan agar tidak mudah timbul perselisihan.

i. Menjaga kerukunan antar umat beragama atau pun golongan.


2. Pancasila dalam pengembangan ilmu di Indonesia merupakan Batasan – Batasan dalam perkembangan IPTEK menurut anda Batasan seperti apa yang yang dimaksud dalam Pancasila ?

Jawab :

Maksud dari Batasan-batasan tersebut adalah batasan sebagai acuan agar pengembangan Ilmu tersebut tidak melewati batasnya dan tetap mengandung nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia terutama nilai-nilai Pancasila.

Batasan-batasan itu dapat dibahas Point perPoint dari sila-sila Pancasila :

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa : Sila ini menekankan bahwa pengembangan IPTEK dimaknai sebagai bentuk syukur pemberian akal oleh Yang Maha Esa. Sehingga dalam proses pengembangan IPTEK tidak dibuat untuk mencederai keyakinan umat beragama. Harus dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. 

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab : Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus dengan cara-cara yang berperikemanusiaan dan tidak merugikan manusia individual maupun umat manusia yang sekarang maupun yang akan datang agar bisa mensejahterakan manusia. Iptek bukan untuk kesombongan dan keserakahan manusia. Namun, harus diabdikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia.

3. Sila Persatuan Indonesia : Sila ini mengingatkan agar pengembangan IPTEK ditujukan untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata. Selain itu, sila ini juga memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia dapat meningkat dengan adanya kemajuan IPTEK. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran  bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : Sila ini menekankan agar membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK. Setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dalam dalam mengembangkan IPTEK serta memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang ataupun dibandingkan dengan penemuan lainnya.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan pada keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan. Pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.


3. Bagaimana menurut Anda pelaksanaan Pancasila sekarang di Indonesia secara menyeluruh jelaskan dan bagaimana seharusnya pelaksanaan yang baik ?

Jawab :

Menurut Saya Pancasila bila dilihat di zaman sekarang masih belum sesuai antara nilai yang terkandung dalam Pancasila dengan implementasinya. 

1. Dilihat dari Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

Contohnya masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak taat agama, toleransi antar umat agama masih kurang (sering terlihat di media sosial seperti Facebook banyak komentar perdebatan tentang agama, ujaran yang isinya tidak menggambarkan sikap toleransi antar umat beragama).


2. Dilihat dari Sila Kedua : Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Keadilan yang ditunjukkan oleh sesama manusia semakin buruk. Keadilan semakin susah didapatkan, apalagi bagi rakyat kecil. Contohnya saja sudah sering terlihat perbedaannya, ketika para Pejabat melakukan pelanggaran Korupsi dengan rakyat kecil yang melakukan pelanggaran mencuri, hukuman yang diberikan berbanding terbalik dengan pelanggaran yang dilakukan. dan juga kesenjangan sosial dalam kehidupan rakyat Indonesia semakin lama bukan semakin mengecil, namun semakin besar.


3. Dilihat dari Sila Ketiga : Persatuan Indonesia

Persatuan yang ada saat ini kebanyakan Persatuan atas dasar kesamaan dalam konteks/kepentingan tertentu saja, baik itu atas dasar kesamaan agama/suku/golongan tertentu. Persatuan Indonesia berbeda dengan Persatuan di zaman nenek moyang dahulu yang bersatu atas dasar cinta tanah air.


4. Dilihat dari Sila Keempat : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan masih belum optimal, buktinya pada tahun 2020 masih ada saja demo-demo yang terjadi terkait kebijakan pemerintah untuk kehidupan rakyat.


5. Dilihat dari Sila Kelima : Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA benar-benar jauh dari kenyataannya, apalagi bagi orang-orang yang ada di pelosok, mereka kurang mendapat keadilan yang sama dengan yang lainnya. Misalkan sebagai contoh saja pembagian gas dari pemerintah untuk keluarga yang kurang mampu itu tidak adil, kebanyakan didaerah Jakarta dan sekitarnya saja, untuk warga-warga atau keluarga kurang mampu di pelosok-pelosok atau daerah-daerah terpencil kurang diperhatikan.


Dari kelima Sila Pancasila yang  ada, implementasinya belum bisa dilaksanakan dengan Optimal. Mungkin masyarakat Indonesia (beberapa) masih menganggap Pancasila itu hanya sebatas simbol Negara semata. Implementasi nilai-nilai Pancasila di era reformasi tidak dilakukan secara efektif, bahkan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara semakin memudar. Masyarakat seperti kehilangan nilai, arah dan tujuan untuk bersikap dan berperilaku.

Bagaimana Penerapan Pancasila seharusnya agar pelaksaannya berjalan baik ?

Sebenarnya Pancasila merupakan Dasar Negara yang mampu menjawab segala problem yang ada di Bangsa Indonesia, hanya saja masyarakat nyalah yang belum bisa menerapkan Ideologi ini dengan baik.

Agar Pancasila dapat beroperasi secara optimal dalam masyarakat, maka : 

Pancasila harus dipahami dan terinternalisasi pada setiap individu masyarakat, dan Masyarakat harus mampu menggunakan Pancasila sebagai alat penyelesaian masalah. 

       Nilai-nilai ketuhanan, Indonesia adalah negara religius yang menjadikan nilai-nilai religiusitas sebagai sumber etika dan spiritualitas dalam bersikap tindak termasuk sikap tindak dalam dunia virtual. Menghargai perbedaan agama dan kepercayaan dalam bermedia sosial akan menghantarkan kesedepaan dalam kehidupan beragama. Tidak melontarkan konten penghinaan atau menyudutkan agama dan kepercayaan tertentu membuat kehidupan beragama menjadi tentram dan damai.

       Nila-nilai kemanusiaan, memahami dan menghargai hak dan kewajiban setiap orang dalam berselancar di dunia maya adalah salah satu ciri netizen yang humanis. Tidak menyebarkan konten hoax dan provokasi karena hal tersebut merupakan tindakan yang tidak beradab.

       Nilai-nilai persatuan, forum-forum dunia maya juga dapat dijadikan media untuk memperkuat semangat nasionalisme. Memprioritaskan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan golongan atau pribadi saat diskusi di forum-forum dunia maya. Selalu menjunjung tinggi bhinneka tunggal ika dalam setiap perbedaan di dalam forum online. Begitu pula seharusnya dalam kegiatan offline.

       Nilai-nilai musyawarah dalam hikmat kebijaksanaan, ikut serta menjalankan setiap keputusan yang dihasilkan melalui diskusi online ataupun offline. Menyelesaikan setiap perdebatan di grup online ataupun offline dengan mengedepankan musyawarah.

       Nilai-nilai keadilan sosial, setiap orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Oleh karena itu, di tengah krisis nasionalisme yang sedang melanda negeri ini, Pancasila adalah cahaya penuntun untuk mengenal kembali jati diri bangsa dan perekat untuk mempersatukan perbedaan.



Berikut Contoh-Contoh penerapan Sila Pancasila dalam Kehidupan sehari-hari :

Sila 1 :

1. Percaya serta Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama serta kepercayaan masing – masing.

2. Hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan para penganut kepercayaan walaupun berbeda-beda.

3. Saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama serta kepercayaan masing – masing.

4. Jangan memaksakan suatu agama atau kepercayaan terhadap orang lain.

5. Mempunyai sikap toleransi antar umat beragama lain.

6. Tidak bersikap rasis terhadap pemeluk agama yang berbeda kepercayaan.

7. Menyayangi binatang, merawat tumbuh – tumbuhan, serta selalu menjaga kebersihan dan lainnya. 


Sila 2 :

1. Mengadakan atau melaksanakan pengendalian tingkat polusi udara supaya udara yang dihirup bisa tetap terjaga dan nyaman

2. Menjaga kelestarian tumbuh – tumbuhan yang ada disekitar lingkungan

3. Mengadakan gerakan penghijauan dilingkungan tertentu khususnya tempat tinggal dan lainnya.

4. Mengakui persamaan derajat, hak, serta kewajiban antara sesama manusia.

5. Saling mencintai dan menghormati sesama manusia.

6. Tidak bertindak semena – mena terhadap orang lain.

7. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

8. Berani dalam membela kebenaran serta keadilan.


Sila 3 :

1. Menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bangsa atau negara diatas kepentingan pribadi ataupun golongan.

2. Rela berkorban demi kepentingan bangsa.

3. Cinta tanah air dan bangsa atau negara.

4. Bangga sebagai persatuan bangsa Indonesia dan bertanah air di Indonesia.

5. Memajukan sosialisasi dan kesatuan bangsa yang ber-bhineka tunggal ika.

6. Bangga menggunakan bahasa persatuan dalam kehidupan sehari – hari yaitu bahasa Indonesia.

7. Melakukan inventarisasi tata nilai tradisional yang harus selalu diperhatikan didalam pengambilan kebijaksanaan atau pengendalian pembangunan lingkungan di daerah atau sekitar

8. Mengembangkan tata nilai tradisional melalui pendidikan ataupun latihan serta penerangan dan penyuluhan yang mendorong manusia untuk melindungi sumber daya dan lingkungannya.


Sila 4 :

1. Kedaulatan negara berada di tangan rakyat

2. Pimpinan kerakyatan merupakan hikmat kebijaksanaan yang dilandasi oleh akal sehat

3. Manusia di Indonesia sebagai warga negara serta warga masyarakat memiliki kedudukan, hak serta kewajiban yang sama;

4. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat dilaksanakan bersifat kekeluargaan.

5. Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab para pengambil keputusan didalam pengelolaan lingkungan hidup tersebut;

6. Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kesadaran akan hak serta tanggung jawab masyarakatnya didalam pengelolaan lingkungan hidup tersebut;

7. Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kemitraan usaha.

8. Tidak memaksakan kehendak orang lain


Sila 5 :

1. Perlakuan yang adil di berbagai bidang kehidupan terutama pada bidang politik, ekonomi dan sosial budaya

2. Perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3. Keseimbangan antara hak dan kewajiban seseorang, serta menghormati hak milik orang lain

4. Cita – cita masyarakat yang adil dan makmur serta merata material spiritual bagi seluruh rakyat Indonesia

5. Cinta akan kemajuan dan pelaksanaan pembangunan demi kemajuan negara.


       Intinya, Pemerintah seharusnya memberikan Edukasi yang lebih lagi tentang implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari Bangsa Indonesia. Tidak hanya kepada anak-anak saja. Namun, kepada seluruh masyarakat.


30 Desember 2020

KASUS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA |Tugas Jawaban PKN


Apa yang menyebabkan terjadinya Pelanggaran terhadap HAM ?

        Dalam kehidupan sehari-hari, kalian tentunya sering mendengar dan melihat  peristiwa-peristiwa tindakan kriminal seperti pembunuhan, perampokan yang disertai pembunuhan, penyiksaan, dan  sebagainya. Selain itu, mungkin saja kalian pernah melihat orang dilecehkan, atau dicaci maki oleh orang lain. bahkan bullying dan sebagainya. Semua peristiwa itu merupakan peristiwa pelanggaran HAM.

      Setiap manusia pasti mempunyai hak asasi, akan tetapi hak asasi yang dimiliki oleh manusia dibatasi oleh hak asasi manusia lainnya. Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk melanggar hak asasi orang lain. Akan tetapi, dalam kenyataannya manusia suka lupa diri, bahwa di sekitarnya terdapat manusia yang mempunyai kedudukan yang sama dengan dirinya. Namun dengan ketamakannya, manusia sering melabrak hak asasi sesamanya dengan alasan yang tidak jelas.

 

Pelanggaran HAM dapat terjadi disebabkan oleh 2 Faktor, yaitu : Faktor Internal dan Faktor Eksternal.

1. Faktor Internal, yaitu dorongan untuk melakukan pelanggaran HAM yang berasal dari diri pelaku pelanggar HAM. Contohnya egois/mementingkan diri sendiri, bertindak seenaknya tanpa memperhatikan hak orang lain, dan tidak memiliki sikap toleransi.

2. Faktor Eksternal, yaitu faktor-faktor di luar diri manusia yang mendorong seseorang atau sekelompok orang melakukan pelanggaran HAM. Contohnya penyalahgunaan kekuasaan, kurang tegasnya penegakkan hukum, penyalahgunaan teknologi, dan kesenjangan sosial-ekonomi yang tinggi.

 

BAGAIMANA KASUS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA ?

        Di Indonesia, meskipun pemerintah telah mengeluarkan peraturan perundangundangan mengenai HAM namun pelanggaran HAM tetap selalu ada, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri. Pelanggaranpelanggaran tersebut merupakan cerminan telah terjadi kelalaian atas pelaksanaan kewajiban asasi manusia. Padahal, sudah sangat jelas bahwa setiap hak asasi itu disertai dengan kewajiban asasi yaitu kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain dan kewajiban untuk patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Indonesia sendiri, setiap tahunnya pasti selalu ada terjadi pelanggaran HAM.

 

BAGAIMANA UPAYA PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) ?

Pemerintah Indonesia selalu berupaya memberikan optimalisasi dalam menegakkan HAM, berikut beberapa upaya yang telah dilakukan :

        Bangsa Indonesia dalam proses penegakan HAM,  mengacu pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta peraturan perundang-undangan lainnya. Selain mengacu pada peraturan perundang-undangan nasional, proses penegakan HAM di Indonesia juga mengacu kepada ketentuan-ketentuan hukum internasional yang pada dasarnya memberikan wewenang luar biasa kepada setiap negara.

 

v Idrus Affandi dan Karim Suryadi menegaskan bahwa bangsa Indonesia dalam proses penegakan HAM sangat mempertimbangkan dua hal di bawah ini :

a.  Kedudukan negara Indonesia sebagai negara yang berdaulat baik secara hukum, sosial, maupun  politik harus dipertahankan dalam keadaan apa pun sesuai dengan prinsip-prinsip yang dianut dalam piagam PBB.

b. Dalam pelaksanaannya, pemerintah harus tetap mengacu kepada ketentuan-ketentuan hukum internasional mengenai HAM. Kemudian menyesuaikan dan memasukkannya ke dalam sistem hukum nasional serta menempatkannya sedemikian rupa sehingga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem hukum nasional.

 

v    Langkah-Langkah Pemerintah untuk menegakkan HAM :

1.    Membentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)

2.    Membentuk Instrumen HAM

3.    Membentuk Pengadilan HAM

 

 

v  Upaya untuk menangani Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) :

 

1.    Melakukan Tindakan Pencegahan sebelum terjadinya Pelanggaran HAM

        Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pernyataan itu tentunya sudah sering kalian dengar. Pernyataan tersebut sangat relevan dalam proses penegakan HAM. Tindakan terbaik dalam penegakan HAM adalah dengan mencegah timbulnya semua faktor penyebab pelanggaran HAM. Apabila faktor penyebabnya tidak muncul pelanggaran HAM pun dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

 

Berikut ini tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai kasus pelanggaran HAM :

1.      Menegakkan supremasi hukum dan demokrasi. Pendekatan hukum dan pendekatan dialogis harus dikemukakan dalam rangka melibatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pejabat penegak hukum harus memenuhi kewajiban dengan memberikan pelayanan yang baik dan adil kepada masyarakat, memberikan perlindungan kepada setiap orang dari perbuatan melawan hukum, dan menghindari tindakan kekerasan yang melawan hukum dalam rangka menegakkan hukum.

2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran HAM oleh pemerintah.

3.   Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembaga-lembaga politik terhadap setiap upaya penegakan HAM yang dilakukan oleh pemerintah.

4.   Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi) maupun non-formal (kegiatan-kegiatan keagamaan dan kursus-kursus). Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara.

5.    Meningkatkan kerja sama yang harmonis antarkelompok atau golongan dalam masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat masing-masing.

 

 

2.      Membangun Harmonisasi Hak dan Kewajiban Asasi Manusia

        Hak dan kewajiban asasi manusia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Seseorang tidak dapat menikmati hak yang dimilikinya, sebelum memenuhi apa yang yang menjadi kewajibannya. Misalnya, dalam proses pembelajaran di sekolah, kalian tidak akan mendapatkan pemahaman yang baik dalam sebuah pelajaran apabila tugas-tugas dalam mata pelajaran tersebut tidak kalian kerjakan. Kemudian, seorang pekerja tidak akan mendapatkan kenaikan upah apabila tidak menampilkan kinerja yang baik. Dengan demikian, dapat dipastikan antara hak asasi dan kewajiban asasi dalam perwujudannya harus diharmonisasikan atau diseimbangkan oleh setiap orang.

                

        Bagaimana caranya mengharmonisasikan hak dan kewajiban asasi dalam kehidupan sehari-hari? Salah satu cara untuk mengharmonisasikan hak dan kewajiban asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan menghindarkan diri kita dari sikap egois atau terlalu mementingkan diri sendiri. Sikap egois dapat menyebabkan seseorang untuk selalu menuntut haknya, sementara kewajibannya sering diabaikan. Seseorang yang mempunyai sikap egois akan menghalalkan segala cara agar haknya dapat terpenuhi, meskipun caranya dapat melanggar hak orang lain. Upaya untuk mengharmonisasikan hak dan kewajiban asasi manusia merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap penegakan HAM yang dilakukan oleh pemerintah. Sebagai warga negara dari bangsa dan negara yang beradab sudah sepantasnya sikap dan perilaku kita mencerminkan sosok manusia beradab yang selalu menghormati keberadaan orang lain secara kaffah. Sikap tersebut dapat kalian tampilkan dalam perilaku di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara.

HAK ASASI MANUSIA, KEWAJIBAN, NILAI-NILAI PANCASILA DAN PENERAPANNYA

HAK ASASI MANUSIA

            Menurut Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 1999, hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

            Jan Materson, anggota Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengartikan HAM sebagai hak-hak yang melekat dalam diri manusia, dan tanpa hak itu manusia tidak dapat hidup sebagai manusia.

Dari pengertian tersebut, maka pada hakikatnya dalam HAM terkandung dua makna :

a. HAM merupakan hak alamiah yang melekat dalam diri setiap manusia sejak ia dilahirkan ke dunia. Hak alamiah adalah hak yang sesuai dengan kodrat manusia sebagai insan merdeka yang berakal budi dan berperikemanusiaan. Tidak ada seorang pun yang diperkenankan merampas hak tersebut dari tangan pemiliknya. Hal ini tidak berarti bahwa HAM bersifat mutlak tanpa pembatasan karena batas HAM seseorang adalah HAM yang melekat pada orang lain. Bila HAM dicabut dari tangan pemiliknya, manusia akan kehilangan eksistensinya sebagai manusia.

b. HAM merupakan instrumen atau alat untuk menjaga harkat dan martabat manusia sesuai dengan kodrat kemanusiannya yang luhur. Tanpa HAM manusia tidak akan dapat hidup sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiannya sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna.

v  Dasar pemikiran pembentukan Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM diantaranya :

a. Tuhan YME adalah pencipta alam semesta

b. Manusia dianugerahi jiwa, bentuk struktur, kemampuan, kemauan serta berbagai kemampuan oleh Penciptanya untuk menjamin kelangsungan hidupnya.

c. Hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapa pun dalam keadaan apa pun.

 

v  Hak Asasi Manusia memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut :

a. Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.

b. Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, gender atau perbedaan lainnya.

c. Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dicabut atau diserahkan kepada pihak lain.

d. Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik, atau hak ekonomi, sosial dan budaya.

 

KEWAJIBAN

            Selain mendapatkan hak, setiap orang juga mempunyai kewajiban. Kewajiban secara sederhana dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

            Dengan demikian, kewajiban asasi dapat diartikan sebagai kewajiban dasar setiap manusia. Ketentuan pasal 1 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan, kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksananya dan tegaknya hak asasi manusia.

            Sebagai seorang anak, kalian harus melaksanakan perintah orang tua, misalnya membantu membersihkan lingkungan rumah. Sebagai seorang pelajar, kalian dituntut untuk mematuhi tata tertib sekolah, misalnya melaksanakan tugas piket kebersihan. Sebagai anggota masyarakat, kalian juga harus mematuhi norma-norma yang berlaku di masyarakat, misalnya ikut serta dalam kegiatan kerja bakti. Begitu pula sebagai warga negara, kalian juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan semua ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku, misalnya membayar pajak.

 

Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Pancasila

            Salah satu karakteristik hak dan kewajiban asasi manusia adalah bersifat universal. Artinya, hak dan kewajiban asasi merupakan sesuatu yang dimiliki dan wajib dilakukan oleh setiap manusia di dunia tanpa membeda-bedakan suku bangsa, agama, ras, maupun golongan. Akan tetapi, karakteristik penegakan hak asasi manusia berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara lainnya. Ideologi, kebudayaan, dan nilai-nilai khas yang dimiliki suatu negara akan memengaruhi pola penegakan hak asasi manusia di suatu negara. Contohnya di Indonesia, dalam proses penegakan hak asasi manusia berlandaskan kepada ideologi negara yaitu Pancasila, yang selalu mengedepankan keseimbangan antara hak dan kewajiban.

            Pancasila merupakan ideologi yang mengedepankan nilai-nilai kemanusian. Pancasila sangat menghormati hak dan kewajiban asasi setiap warga negara maupun bukan warga negara Indonesia. Bagaimana Pancasila menjamin itu semua? Pancasila menjamin hak dan kewajiban asasi manusia melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

 

Nilai-nilai Pancasila dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis :

1. Hak dan kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Dasar Pancasila

2. Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Instrumental Pancasila

3. Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Praksis Sila-Sila Pancasila

 

Berikut Penjelasannya :

1. Hak dan kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Dasar Pancasila

       Nilai dasar berkaitan dengan hakikat kelima sila Pancasila yaitu: nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai dasar tersebut bersifat universal, sehingga di dalamnya terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar. Nilai dasar ini bersifat tetap dan melekat pada kelangsungan hidup negara.

Hubungan antara hak dan kewajiban asasi manusia dengan Pancasila dapat dijabarkan secara singkat sebagai berikut.

a. Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin hak kemerdekaan untuk memeluk agama, melaksanakan ibadah dan kewajiban untuk menghormati perbedaan agama.

b. Kemanusiaan yang adil dan beradab menempatkan hak setiap warga negara pada kedudukan yang sama dalam hukum serta memiliki kewajiban dan hak-hak yang sama untuk mendapat jaminan dan perlindungan hukum.

c. Persatuan Indonesia mengamanatkan adanya unsur pemersatu di antara warga negara dengan semangat gotong royong, saling membantu, saling menghormati, rela berkorban, dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Hal ini sesuai dengan prinsip hak asasi manusia bahwa hendaknya sesama manusia bergaul satu sama lainnya dalam semangat persaudaraan. Gotong royong sebagai perwujudan sila Persatuan Indonesia mengandung nilai-nilai penghormatan terhadap hak asasi manusia

 d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dicerminkan dalam kehidupan pemerintahan, bernegara, dan bermasyarakat yang demokratis. Menghargai hak setiap warga negara untuk bermusyawarah mufakat yang dilakukan tanpa adanya tekanan, paksaan, atau pun intervensi yang membelenggu hak-hak partisipasi masyarakat.

e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengakui hak milik perorangan dan dilindungi pemanfaatannya oleh negara serta memberi kesempatan sebesar-besarnya pada masyarakat.

 

2. Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Instrumental Pancasila

       Nilai instrumental merupakan penjabaran dari nilai-nilai dasar Pancasila. Nilai instrumental sifatnya lebih khusus dibandingkan dengan nilai dasar. Dengan kata lain, nilai instrumental merupakan pedoman pelaksanaan kelima sila Pancasila. Perwujudan nilai instrumental pada umumnya berbentuk ketentuan-ketentuan konstitusional mulai dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sampai dengan peraturan daerah. Hak dan kewajiban asasi manusia juga dijamin dan diatur oleh nilai-nilai instrumental Pancasila.     

 

3. Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Nilai Praksis Sila-Sila Pancasila

       Nilai praksis merupakan realisasi nilai-nilai instrumental suatu pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai praksis Pancasila senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan sesuai perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Pancasila merupakan ideologi yang terbuka. Hidup rukun menjamin terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban asasi manusia. Hak asasi manusia dalam nilai praksis Pancasila dapat terwujud apabila nilai-nilai dasar dan instrumental Pancasila itu sendiri dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh warga negara. Hal tersebut dapat diwujudkan apabila setiap warga negara menunjukkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

 

v  SILA PANCASILA DAN SIKAP YANG DITUNJUKKAN YANG BERKAITAN DENGAN PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA :

 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa :

a. Hormat-menghormati dan bekerja sama antar umat beragama sehingga terbina kerukunan hidup

b. Saling menghormati kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya

c. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain

 

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab :

a. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban antara sesama manusia

b. Saling mencintai sesama manusia

c. Tenggang rasa kepada orang lain

d. Tidak semena-mena kepada orang lain

e. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan

f. Berani membela kebenaran dan keadilan

g. Hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain

 

3. Persatuan Indonesia :

a. Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan

b. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara

c. Cinta tanah air dan bangsa

d. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia

e. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

 

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan :

a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat

b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain

c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama

d. Menerima dan melaksanakan setiap keputusan musyawarah

e. Mempertanggungjawabkan setiap keputusan musyawarah secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia :

a. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

b. Menghormati hak-hak orang lain

c. Suka memberi pertolongan kepada orang lain

d. Menjauhi sikap pemerasan kepada orang lain

e. Menjauhi sifat boros dan gaya hidup mewah

f. Rela bekerja keras 

g. Menghargai hasil karya orang lain


APA ITU VISI, MISI, PROGRAM KERJA ? VISI MISI YANG BENAR

Halooo, selamat datang di Regenerasi Pendidikan.

Apa yang maksud dari visi, misi dan program kerja ? Bagi kalian yang baru terjun dalam hal ini mungkin memerlukan bimbingan dalam memahami pengertian dari visi, misi dan program kerja tersebut, terutama bagi anak-anak di kalangan SMP atau SMA yang biasanya mulai belajar berorganisasi.

Untuk lebih mudahnya, kali ini kita akan membahas visi, misi dan program kerja seputar kegiatan di sekolah. Namun, untuk pengertian visi, misi dan program kerja ini sebenarnya cukup meluas dan bisa diimplementasikan ke berbagai bidang.

 

1. PENGERTIAN VISI-MISI-PROGRAM KERJA

  • Visi adalah Pandangan atau wawasan kita ke depan. Untuk Visi ini bisa kita umpamakan sebagai CITA-CITA kita, tujuan kita ke depan. Visi dapat juga dikatakan sebagai Komitmen yang kita pegang selama menjalankan Organisasi/Instansi/Perusahaan. Artinya Visi bersifat Permanen dan berorientasi jangka Panjang.
  • Misi adalah penjabaran dari Visi sebuah instansi, organisasi maupun perusahaan. Misi adalah gambaran upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mencapai target Visi tersebut. Misi juga berarti Langkah-langkah/tahapan yang kita ambil untuk mencapai Visi Utama.
  • Program Kerja yaitu Bentuk upaya kita atau lebih jelasnya yaitu Agenda/Rencana Kegiatan yang direncanakan untuk jangka waktu ke depannya dan disepakati bersama dalam instansi, perusahaan atau Organisasi agar Visi kita terwujud.

 

2. HUBUNGAN ANTARA VISI-MISI-PROGRAM KERJA

            Bagi Siswa yang baru belajar berorganisasi di SMP atau SMA biasanya ada yang masih belum begitu paham tentang Hubungan antara Visi, Misi, dan Program Kerja. Seperti pengalaman Saya saat di SMA, dikarenakan masih kurangnya pemahaman tentang hal tersebut, tidak jarang siswa memilih jalan pintas ketika diminta membuat Visi dan Misi yaitu dengan mengambil Visi dan Misi yang ada di Internet. Jadi, Hal ini perlu kita ketahui ketika kita ingin bergabung dan belajar dalam sebuah organisasi.

            Berikut Hubungan Antara Visi, misi, dan Program Kerja :    

Contohnya dalam OSIS :

VISI

MISI

Menjadikan Organisasi Siswa Intra Sekolah yang dikenal luas baik didalam (internal) bahkan hingga ke luar daerah (eksternal)

 

 

Berdasarkan VISI diatas bisa kita lihat bahwa cita-cita organisasi tersebut yaitu ingin dikenal luas/Terkenal baik didalam atau pun diluar daerah. Jadi yang harus kita lakukan yaitu memikirkan apa Misi yang bisa kita lakukan agar Organisasi kita bisa terkenal baik didalam sekolah maupun diluar sekolah.

1.

 

Menjalin Kerja sama dengan Organisasi Internal Sekolah untuk memicu Kreatifitas Siswa. (bersifat Internal)

2.

Menyelenggarakan Kegiatan Gabungan tingkat Nasional dengan OSIS lainnya, untuk menjalin hubungan sosial yang bermutu. (bersifat Eksternal)

3.

Meningkatkan kualitas prestasi akademik maupun non-akademik siswa melalui OSIS, dan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa OSIS disini merupakan wadah aspirasi dan pengembangan mutu siswa dengan kegiatan yang ada. (bersifat Internal-Eksternal)

Demikianlah misi yang Saya buat, MISI ini memiliki kaitan atau hubungan dengan VISI.

Intinya, VISI dan MISI harus ada keselarasan.

Kemudian Program Kerja, yaitu Agenda/Rencana Kegiatan untuk mewujudkan visi-misi kita

PROGRAM KERJA :

1.

Mengadakan Lomba Menata Ruangan dan Halaman Kelas ketika ada peringatan Hari Besar, seperti Hari Sumpah Pemuda, dll.

2.

Mengadakan berbagai Kegiatan Kunjungan/Tali Kasih dengan OSIS-OSIS dari sekolah lain.

3.

Mengadakan Berbagai Kegiatan EKSTRAKURIKULER untuk menyalurkan bakat yang terpendam didalam diri siswa. Contohnya PMR (Palang Merah Remaja), Kesenian, Pramuka, Olahraga, dll.

4.

Membentuk Kegiatan Khusus untuk mempersiapkan siswa-siswi di sekolah dan ikut berpartisipasi dalam Lomba-Lomba antar sekolah dari tingkat Kecamatan hingga Nasional.

            Itulah kaitannya antara visi-misi dan program kerja. Semuanya saling berkaitan baik itu visi-misi atau misi-program kerja. Semuanya itu dilakukan dan dibentuk untuk mewujudkan dan mencapai tujuan utama kita yaitu Cita-Cita organisasi yang tercantum dalam visi.

            Belajar memahami Visi, Misi dan Program Kerja yang benar agar Kinerja kita sesuai dan selaras dengan tujuan yang ingin kita capai.

            Demikianlah materi dapat Saya bagikan, ini hanyalah beberapa dari sekian banyak visi, misi dan program kerja. Untuk menjadikannya lebih baik teman-teman dapat berdiskusi dengan sesama teman kalian dan menciptakan gebrakan baru. Semoga ini bermanfaat bagi kalian baru belajar untuk memulai organisasi dan bagi teman-teman yang sudah tahu, terimakasih telah berkunjung.