Apa yang menyebabkan
terjadinya Pelanggaran terhadap HAM ?
Dalam kehidupan sehari-hari, kalian
tentunya sering mendengar dan melihat peristiwa-peristiwa
tindakan kriminal seperti pembunuhan, perampokan yang disertai pembunuhan, penyiksaan,
dan sebagainya. Selain itu, mungkin saja
kalian pernah melihat orang dilecehkan, atau dicaci maki oleh orang lain.
bahkan bullying dan sebagainya. Semua peristiwa itu merupakan peristiwa
pelanggaran HAM.
Setiap manusia pasti mempunyai hak
asasi, akan tetapi hak asasi yang dimiliki oleh manusia dibatasi oleh hak asasi
manusia lainnya. Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan
untuk melanggar hak asasi orang lain. Akan tetapi, dalam kenyataannya manusia
suka lupa diri, bahwa di sekitarnya terdapat manusia yang mempunyai kedudukan
yang sama dengan dirinya. Namun dengan ketamakannya, manusia sering melabrak
hak asasi sesamanya dengan alasan yang tidak jelas.
Pelanggaran HAM dapat terjadi disebabkan
oleh 2 Faktor, yaitu : Faktor Internal
dan Faktor Eksternal.
1. Faktor Internal, yaitu
dorongan untuk melakukan pelanggaran HAM yang berasal dari diri pelaku
pelanggar HAM. Contohnya egois/mementingkan diri sendiri, bertindak seenaknya
tanpa memperhatikan hak orang lain, dan tidak memiliki sikap toleransi.
2. Faktor Eksternal, yaitu faktor-faktor
di luar diri manusia yang mendorong seseorang atau sekelompok orang melakukan
pelanggaran HAM. Contohnya penyalahgunaan kekuasaan, kurang tegasnya penegakkan
hukum, penyalahgunaan teknologi, dan kesenjangan sosial-ekonomi yang tinggi.
BAGAIMANA KASUS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI
INDONESIA ?
Di Indonesia, meskipun pemerintah
telah mengeluarkan peraturan perundangundangan mengenai HAM namun pelanggaran
HAM tetap selalu ada, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh
masyarakat sendiri. Pelanggaranpelanggaran tersebut merupakan cerminan telah
terjadi kelalaian atas pelaksanaan kewajiban asasi manusia. Padahal, sudah
sangat jelas bahwa setiap hak asasi itu disertai dengan kewajiban asasi yaitu
kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain dan kewajiban untuk patuh pada
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Indonesia sendiri, setiap
tahunnya pasti selalu ada terjadi pelanggaran HAM.
BAGAIMANA UPAYA PENEGAKAN HAK ASASI
MANUSIA (HAM) ?
Pemerintah
Indonesia selalu berupaya memberikan optimalisasi dalam menegakkan HAM, berikut
beberapa upaya yang telah dilakukan :
Bangsa
Indonesia dalam proses penegakan HAM, mengacu pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta peraturan perundang-undangan
lainnya. Selain mengacu pada peraturan perundang-undangan nasional, proses
penegakan HAM di Indonesia juga mengacu kepada ketentuan-ketentuan hukum
internasional yang pada dasarnya memberikan wewenang luar biasa kepada setiap
negara.
v Idrus Affandi dan Karim Suryadi menegaskan bahwa bangsa Indonesia dalam proses
penegakan HAM sangat mempertimbangkan dua hal di bawah ini :
a. Kedudukan negara Indonesia
sebagai negara yang berdaulat baik secara hukum, sosial, maupun politik harus
dipertahankan dalam keadaan apa pun sesuai dengan prinsip-prinsip yang dianut dalam piagam PBB.
b. Dalam pelaksanaannya, pemerintah
harus tetap mengacu kepada ketentuan-ketentuan hukum internasional mengenai
HAM. Kemudian menyesuaikan dan memasukkannya ke dalam sistem hukum nasional
serta menempatkannya sedemikian rupa sehingga merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem hukum nasional.
v Langkah-Langkah
Pemerintah untuk menegakkan HAM :
1. Membentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas
HAM)
2. Membentuk Instrumen HAM
3. Membentuk Pengadilan HAM
v Upaya untuk
menangani Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) :
1.
Melakukan Tindakan Pencegahan sebelum terjadinya
Pelanggaran HAM
Mencegah lebih baik daripada
mengobati. Pernyataan itu tentunya sudah sering kalian dengar. Pernyataan
tersebut sangat relevan dalam proses penegakan HAM. Tindakan terbaik dalam
penegakan HAM adalah dengan mencegah timbulnya semua faktor penyebab
pelanggaran HAM. Apabila faktor penyebabnya tidak muncul pelanggaran HAM pun
dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.
Berikut
ini tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai kasus
pelanggaran HAM :
1. Menegakkan supremasi hukum dan demokrasi. Pendekatan
hukum dan pendekatan dialogis harus dikemukakan dalam rangka melibatkan
partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pejabat
penegak hukum harus memenuhi kewajiban dengan memberikan pelayanan yang baik
dan adil kepada masyarakat, memberikan perlindungan kepada setiap orang dari
perbuatan melawan hukum, dan menghindari tindakan kekerasan yang melawan hukum
dalam rangka menegakkan hukum.
2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk
mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran HAM oleh pemerintah.
3. Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan
lembaga-lembaga politik terhadap setiap upaya penegakan HAM yang dilakukan oleh
pemerintah.
4. Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip HAM
kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi)
maupun non-formal (kegiatan-kegiatan keagamaan dan kursus-kursus). Meningkatkan
profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara.
5. Meningkatkan kerja sama yang harmonis antarkelompok
atau golongan dalam masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati
keyakinan dan pendapat masing-masing.
2.
Membangun Harmonisasi Hak dan Kewajiban Asasi
Manusia
Hak dan kewajiban asasi manusia merupakan
dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Seseorang tidak dapat
menikmati hak yang dimilikinya, sebelum memenuhi apa yang yang menjadi
kewajibannya. Misalnya, dalam proses pembelajaran di sekolah, kalian tidak akan
mendapatkan pemahaman yang baik dalam sebuah pelajaran apabila tugas-tugas
dalam mata pelajaran tersebut tidak kalian kerjakan. Kemudian, seorang pekerja
tidak akan mendapatkan kenaikan upah apabila tidak menampilkan kinerja yang
baik. Dengan demikian, dapat dipastikan antara hak asasi dan kewajiban asasi
dalam perwujudannya harus diharmonisasikan atau diseimbangkan oleh setiap
orang.
Bagaimana caranya mengharmonisasikan hak dan kewajiban
asasi dalam kehidupan sehari-hari? Salah satu cara untuk mengharmonisasikan hak
dan kewajiban asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan
menghindarkan diri kita dari sikap egois atau terlalu mementingkan diri
sendiri. Sikap egois dapat menyebabkan seseorang untuk selalu menuntut haknya,
sementara kewajibannya sering diabaikan. Seseorang yang mempunyai sikap egois
akan menghalalkan segala cara agar haknya dapat terpenuhi, meskipun caranya
dapat melanggar hak orang lain. Upaya untuk mengharmonisasikan hak dan
kewajiban asasi manusia merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap penegakan
HAM yang dilakukan oleh pemerintah. Sebagai warga negara dari bangsa dan negara
yang beradab sudah sepantasnya sikap dan perilaku kita mencerminkan sosok manusia
beradab yang selalu menghormati keberadaan orang lain secara kaffah. Sikap
tersebut dapat kalian tampilkan dalam perilaku di lingkungan keluarga, sekolah,
masyarakat, bangsa, dan negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkunjung, silahkan sampaikan Pesan dan Kritik/Saran Anda agar kita dapat berbagi dan belajar bersama untuk menjadi lebih baik.